Jumat, 4 September 2015

Health

Kurang Tidur, Ibu Hamil Berisiko Pre-eklampsia

Sabtu, 2 Oktober 2010 | 11:50 WIB

Kompas.com — Meskipun insomnia pada ibu hamil tergolong normal, tetapi sebaiknya tidak dibiarkan menjadi kebiasaan. Pasalnya, ibu hamil yang kurang tidur berisiko mengalami pre-eklampsia atau komplikasi dari penyakit darah tinggi.

Ibu hamil yang tidur kurang dari enam jam pada malam hari pada trisemester pertama kehamilan memiliki tekanan darah sistolik 4 mm/Hg lebih tinggi ketimbang wanita yang tidur lebih dari 7 jam. Kurangnya waktu tidur juga akan menyebabkan risiko terkena pre-eklampsia sembilan kali lebih tinggi.

"Secara umum, ibu hamil membutuhkan tidur 7-9 jam setiap hari. Kurang dari waktu tersebut bisa berdampak pada kesehatannya," kata Michelle Williams, peneliti dari Center for Perinatal Studies di Swedish Medical Center, Seattle, Amerika Serikat.

Penelitian yang dilakukan Williams dan timnya ini melibatkan 1.272 perempuan hamil dalam penelitian antara tahun 2003-2006. Semua responden melaporkan gaya hidup mereka, termasuk pola tidur.

Dari hasil penelitian diketahui, durasi tidur tidak banyak berpengaruh pada kondisi kehamilan di saat trisemester pertama dan kedua kehamilan. Namun, di trisemester terakhir terjadi peningkatan tekanan darah tinggi sekitar 3,72 mm/Hg lebih tinggi pada ibu hamil yang tidur kurang dari 6 jam setiap malam.

Tekanan darah tinggi pada ibu hamil harus diwaspadai karena merupakan gejala pre-eklampsia. Selain hipertensi, gejala khas pre-eklampsia adalah pembengkakan anggota tubuh dan adanya protein dalam air seni ibu. Pre-eklampsia tidak bisa dianggap ringan karena merupakan penyebab kematian kedua terbesar pada kehamilan.

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: