Minggu, 31 Mei 2015

Health

Persalinan Dibiayai Pemerintah

Kamis, 16 Desember 2010 | 10:13 WIB

PONTIANAK, KOMPAS.com — Kementerian Kesehatan akan memulai program jaminan persalinan, yakni pelayanan gratis untuk persalinan di rumah sakit pemerintah dan pusat kesehatan masyarakat pada 2011. Ini dilakukan untuk menekan tingginya tingkat kematian ibu dan bayi saat proses persalinan.

Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengatakan hal itu seusai mencanangkan program internship dokter Indonesia 2011 di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (15/12/2010). ”Saat ini angka kematian ibu masih 228 per 100.000 kelahiran dan kematian bayi masih 34 per 1.000 kelahiran hidup,” kata Endang.

Dalam Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs) ditargetkan, angka kematian ibu saat melahirkan 118 per 100.000 kelahiran dan kematian bayi 24 per 1.000 kelahiran hidup. ”Program itu merupakan akselerasi pencapaian target pada 2015. Mudah-mudahan target itu tercapai karena penanganan medis saat persalinan memegang peranan sangat penting,” kata Endang. Selama ini, salah satu penyebab tingginya kematian ibu dan bayi saat proses kelahiran adalah terlambatnya perawatan medis saat persalinan.

Endang menambahkan, program jaminan persalinan itu berlaku untuk rawat inap di kelas III rumah sakit pemerintah dan puskesmas. ”Tidak membedakan dari kalangan masyarakat miskin atau bukan. Jaminan diberikan mulai sebelum proses persalinan, selama persalinan, setelah persalinan, pemberian air susu ibu, dan program Keluarga Berencana,” kata Endang.

Program itu juga dilakukan untuk mendukung program Keluarga Berencana. ”Mulai 2012, rencananya program itu diutamakan untuk proses kelahiran anak pertama dan kedua. Ini untuk mendukung program Keluarga Berencana. Diharapkan, setelah kelahiran anak kedua, masyarakat bisa memutuskan yang paling baik karena tidak ada lagi jaminan persalinan untuk proses persalinan berikutnya,” kata Endang. Untuk itu, dianggarkan dana Rp 1,2 triliun pada tahun 2011. (AHA)

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: