Minggu, 21 Desember 2014 20:30

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

10 Penyebab "Ngompol" di Usia Dewasa

Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 18 Januari 2011 | 15:06 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com — Pernahkah Anda tergesa-gesa ke toilet karena pipis tidak bisa ditahan? Atau mungkin Anda sering berkemih tanpa sadar dan mengalami urine keluar sedikit saat batuk atau bersin? Jika iya, Anda mengalami inkontinensia atau mengompol.

Inkontinensia adalah ketidakmampuan menahan urine dalam kandung kemih sehingga keluar begitu saja di luar kendali. Kondisi ini lebih sering terjadi pada wanita daripada pria. Ada beberapa penyebab umum terjadinya inkontinensia.

1. Persalinan

Melahirkan, terutama melalui proses normal, merupakan penyebab umum terjadinya inkontinensia stres. Keadaan ini sering terkait dengan lemahnya jaringan penunjang pelvis. Ini juga dapat mengakibatkan turunnya kandungan dan jaringan vagina.

Kabar baiknya, kondisi ini bisa diperbaiki dengan melakukan latihan khusus pengencangan daerah panggul dan melatih kandung kemih. Operasi ringan juga bisa mengencangkan jaringan dasar pelvis yang sudah melemah.

2. Kehamilan

Inkontinensia selama kehamilan merupakan bentuk lain dari inkontinensia stres. Biasanya kondisi ini disebabkan karena pembesaran rahim yang mendesak struktur kandung kemih. Perubahan hormonal juga bisa meningkatkan pengeluaran urine. Mengompol pada masa kehamilan ini bisa dicegah dengan latihan kegel.

3. Histerektomi

Operasi pengangkatan rahim (histerektomi) dan sejenisnya bisa menyebabkan terganggunya otot kandung kemih karena otot dan jaringan rahim berdekatan dengan kandung kemih.

4. Penuaan

Bertambahnya usia membuat risiko mengompol di usia lanjut lebih besar, bukan cuma pada pria, melainkan juga pada wanita. Penyebabnya adalah melemahnya kekuatan otot pada uretra. Beberapa penyakit kerusakan otak, seperti stroke dan demensia, juga akan menyebabkan terganggunya sinyal ke bagian kandung kemih.

5. Operasi prostat

Selain penuaan, penyebab inkontinensia pada pria adalah operasi kanker prostat. Prosedur ini juga bisa menyebabkan efek samping berupa gangguan ereksi. Itu sebabnya banyak dokter memilih untuk "menunggu" perkembangan tumor karena tumor ini biasanya berkembang sangat lambat.

6. Pembesaran prostat

Pembesaran kelenjar prostat bisa menyebabkan gangguan dan pembesaran otot kandung kemih akan menyebabkan fungsi kandung kemih tidak stabil.

7. Diabetes

Diabetes yang menahun serta tidak dikendalikan bisa menyebabkan komplikasi neuropati atau rusaknya pembuluh saraf besar dan kecil. Kerusakan ini juga termasuk pada saraf di bagian kandung kemih sehingga kandung kemih yang sudah penuh tidak bisa dirasakan.

8. Obesitas

Berat badan berlebihan bisa mendesak kandung kemih dan struktur pelvis. Namun, hal ini lebih sering dialami kaum wanita karena perbedaan anatomi saluran kemih.

9. Ketergantungan obat

Penelitian tahun 2009 menemukan orang yang mengonsumsi obat ketamine selama dua tahun lebih berisiko tinggi mengalami inkontinensia. Hal yang sama juga dialami oleh para pengguna narkotika.

10. Infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kemih bisa disebabkan hubungan seksual, tetapi juga bisa disebabkan infeksi virus mengingat pada wanita letak uretra berdekatan dengan vagina. Salah satu gejala penyakit ini adalah sering berkemih.






Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui