Minggu, 26 Oktober 2014 08:51
Caring by Sharing | Kompas.com

Rambut Ketiak: Cabut atau Cukur?

Senin, 18 Mei 2009 | 13:44 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
Ketiak yang bersih, terawat, dan bebas rambut bikin pe-de menggunakan pakaian tanpa lengan.

KOMPAS.com - Rambut ketiak (atau bulu ketiak) yang panjang bisa menjadi sarang bakteri penyebab bau badan. Karena itu, kita perlu mencabut atau mencukurnya. Meski dicukur atau dicabut, manfaatnya sama (untuk menghilangkan rambut ketiak). Kalau dicukur, rambut akan tumbuh lebih tajam. Sementara jika dicabut, rambut akan tumbuh lebih alami, lebih lembut, dan tidak gatal.

Bagi yang memiliki rambut ketiak cenderung lebat, memang sebaiknya dicukur, agar tidak menguras banyak tenaga. Namun, perlu diingat, alat yang digunakan untuk mencabut dan mencukur bulu ketiak harus bersih. Pasalnya, di bawah rambut ada akar rambut. Akar rambut inilah tempat nyaman bagi para bakteri untuk berkumpul. Jika rambut dicabut dan terjadi kerusakan minor pada akar rambut, bisa berakibat radang akar rambut yang disebut polikulitis atau bisul yang membesar.

Hal ini bisa terjadi jika alat yang digunakan tidak bersih. Sebelum mencabut atau mencukur, ketiak sebaiknya dicuci sampai bersih dengan sabun antiseptik. Silet untuk mencukur juga dibersihkan dengan alkohol berkadar 10 persen. Begitu pun jika kita memilih untuk mencabut. Alat atau kain harus bersih, karena jika kulit terasa sakit, berarti terjadi peradangan dan bekasnya bisa berwarna hitam yang akan mengganggu penampilan.


Sumber :
CHIC

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui