Minggu, 26 Oktober 2014 12:55
Caring by Sharing | Kompas.com

Merawat Gigi Anak, Kuncinya Pembiasaan

Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 30 Oktober 2009 | 10:39 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com - Konsep kebersihan diri harus mulai ditanamkan sedini mungkin. Salah satu yang harus mulai dibiasakan adalah menyikat gigi dua kali sehari, pagi dan malam hari. Kebiasaan ini wajib ditanamkan agar anak rajin membersihkan giginya kelak.

Perawatan gigi yang kurang terhadap gigi anak bisa menimbulkan risiko yang berat. Mulai dari gigi berlubang, keropos, serta gigi berwarna kehitaman. Dari segi estetika pun gigi yang ompong atau tumbuh berjejalan dan tonggos bisa mengurangi rasa percaya diri anak.

Pencegahan terhadap kondisi-kondisi tersebut sebenarnya mudah, yakni dengan menjaga kebersihan gigi. Kegiatan menyikat gigi dua kali sehari, pagi setelah sarapan dan malam sebelum tidur, terbukti mengurangi kerusakan gigi anak.

Masalahnya, anak-anak selalu merasa kegiatan menyikat gigi tidak menyenangkan. Rasa kantuk di malam hari juga menyebabkan anak malas menyikat giginya sebelum tidur. Oleh karena itu orangtua harus sabar dan konsisten dalam menanamkan kebiasaan menyikat gigi.

"Menerapkan kebiasaan pada anak memang dibutuhkan teknik tersendiri. Cara yang paling utama adalah dengan menciptkan lingkungan dan kegiatan yang menyenangkan untuk anak," kata psikolog anak, Fabiola Priscillia, di acara peluncuran kampanye Sikat Gigi Pagi dan Malam, yang digagas Pepsodent di Jakarta beberapa waktu lalu.

Orangtua bisa mengajari anak pentingnya membersihkan gigi di pagi dan malam hari dengan cara yang inspiratif dan menyenangkan. Namun, yang terpenting tentu saja orangtua memberikan contoh nyata. "Biarkan anak melihat kita menikmati kegiatan menyikat gigi sehingga anak akan mempersepsikan sikat gigi sebagai hal yang menyenangkan," ujar Fabiola.

Contoh yang dipelajari anak dari orang di sekelilingnya akan semakin dikuasai bila disertai latihan. Karena itu, jangan berharap balita langsung terampil membersihkan giginya segera setelah diajarkan. Biarkan ia memahami dan kemudian mempraktikkannya.

Pengalaman Ersamayori,  presenter dan ibu dari Aiska (5) dan Talula (1) mungkin bisa menjadi inspirasi. "Awalnya saya sering bertengkar dengan Aiska ketika mengajarinya menyikat gigi. Lalu kami mulai mengajarkan cara menyikat gigi lewat permainan. Ternyata Aiska suka. Kami juga tidak pernah menyuruhnya sikat gigi, namun memberi contoh. Kini ia termasuk rajin menggosok gigi dan kondisi giginya sangat bagus," katanya.

Orangtua juga bisa menarik minat anak akan kegiatan menyikat gigi dengan cara menyediakan sikat gigi dengan gambar menarik, menciptakan suasana yang fun, sering melakukan kegiatan menyikat gigi bersama-sama, serta tak lupa memberikan pujian pada perilakunya.

Selain menyikat gigi, sebaiknya gigi anak diperiksakan ke dokter gigi minimal enam bulan sekali, terutama pada masa pergantian gigi susu ke gigi tetap. Selamat merawat gigi anak!


Editor :
acandra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui