Jumat, 31 Oktober 2014 01:58
Caring by Sharing | Kompas.com

Memelihara Kucing, Siapa Takut?

Penulis : Caroline Damanik | Minggu, 28 Februari 2010 | 14:00 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS.COM/Golda Naya
Kucing persia butuh perawatan ektra.
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Keluarga dengan anak perempuan biasanya suka membatalkan rencana memelihara kucing karena khawatir. Menurut riset medis, jika bulu-bulu kucing yang rontok terisap atau terkena kotoran kucing, hal itu memang dapat menyebabkan penyakit, terutama bagi perempuan.

Namun, tak sedikit pula keluarga yang memelihara kucing, bahkan hingga puluhan ekor. Aninta (33), warga Cimanggis, mengaku memelihara kucing bersama ibunya sejak masih kecil hingga kini memiliki anak. "Kekhawatiran itu tak terbukti," ungkapnya.

Namun, memang ada syarat-syarat yang harus dipatuhi agar kotoran dan bulu kucing tak mengganggu dan berefek buruk bagi anggota keluarga. "Harus rajin divaksin dan dimandikan. Usahakan bulunya selalu bersih," tutur perempuan yang kini memiliki dua kucing, masing-masing jenis persia dan lokal.

Menurut Aninta, kucing lebih baik dimandikan dua minggu sekali. Namun, kucing yang baru berumur satu hingga dua bulan masih belum perlu dimandikan, melainkan cukup dijemur-jemur saja.

Dia pernah kehilangan anak-anak kucingnya yang masih berumur sebulan akibat dimandikan. Selain itu, bulu kucing harus dibiasakan disisir agar teratur dan tak mudah rontok. Yang tak kalah penting adalah rutin membawa kucing ke dokter hewan untuk divaksinasi.

Untuk tahun pertama, ada tiga jenis vaksinasi: vaksin antiflu, antimuntah, dan antidiare. Vaksin rabies dan vaksin anticacing diberikan dua kali. Pada tahun-tahun berikutnya, cukup sekali setahun.

Jika peliharaannya sakit, Aninta mengaku akan lebih sering datang ke dokter hewan. Pasalnya, kucing ras memang lebih rentan terhadap penyakit daripada kucing lokal. Untuk menjaga kebersihan kotoran kucing pun, Aninta mengaku telah melatih kedua kucingnya untuk buang air di tempat yang telah disediakan di kamar mandi. "Itu memang sudah dilatih dari kecil," lanjutnya.

Nurhayati (35) juga mengaku tak masalah dengan bulu kucing dan kotorannya. Perempuan yang pernah memelihara kucing hingga 21 ekor ini punya tips soal makanan untuk kucing ras. "Jangan dikasih makan nasi, deh. Bulunya nanti gampang rontok," katanya.

Jadi, Nur biasanya memberi makanan khusus kucing yang biasa dibeli di daerah Barito, Kebayoran Baru. Tiap bulan, untuk sekitar lima ekor, dia harus merogoh kocek antara Rp 750.000 dan Rp 800.000.

Baik Aninta maupun Nurhayati adalah wanita karier alias bekerja. Mereka tetap menyempatkan diri untuk merawat hewan peliharaan. "Senang sih, ya," tuturnya.

Tentu saja pemeliharaan tak bisa dikerjakan sendiri. Jika Aninta dibantu putri sulungnya yang juga suka kucing, maka Nurhayati dibantu suaminya. Mereka mencintai kucing meski terkadang suka pusing sendiri dengan perilaku dan dinamika kesehatan hewan peliharaannya. Bagi mereka, kucing adalah hiburan yang menyegarkan.

Masih takut memelihara kucing?


Editor :
mbonk

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui