Sabtu, 26 Juli 2014 22:10

Anak Laki-laki Lebih Cerdas?

Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 22 April 2010 | 16:28 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

KOMPAS.com — Secara fisiologis memang terdapat perbedaan struktur otak anak laki-laki dan perempuan. Selain lebih besar, otak anak laki-laki berkembang lebih cepat daripada otak anak perempuan. Apakah itu berarti anak laki-laki lebih cerdas? Ternyata belum tentu.

Menurut penjelasan dr Dwi Putro Widodo, SpA, konsultan ahli saraf anak dari RSCM, Jakarta, perbedaan struktur otak anak laki-laki dan perempuan tidak berkaitan dengan kecerdasan. "Ini bukan masalah fisik otak, tetapi lebih kepada lingkungan, dalam hal ini nutrisi dan stimulasi," katanya.

Setiap jenis kelamin memiliki keunggulan masing-masing. Misalnya, anak laki-laki motoriknya berkembang lebih cepat sehingga lebih gesit dan cenderung menyukai hal-hal yang bersifat teknik. "Anak perempuan biasanya perkembangan pusat komunikasi di otaknya lebih bagus," katanya.

Kinerja otak dipengaruhi oleh berbagai hal, salah satunya adalah produksi hormon, seperti progesteron, estrogen, dan testosteron. Berbagai hormon ini memengaruhi kinerja otak dalam menghadapi berbagai situasi.

Dalam menentukan kecerdasan anak, menurut dr Dwi Putro, yang terpenting adalah faktor lingkungan. "Faktor lingkungan sangat berpengaruh pada hasil akhirnya," katanya. Ia menambahkan, seorang anak profesor pun, bila tidak mendapat stimulasi yang optimal, akan tumbuh menjadi anak yang biasa-biasa saja.

Bagaimana cara memaksimalkan kecerdasan anak? Orangtua wajib menyediakan nutrisi yang mendukung kesehatan dan otaknya. Anak yang dilimpahi kasih sayang dan mendapat rangsangan yang cukup juga akan tumbuh menjadi anak yang cerdas. "Berikan stimulasi yang merangsang semua indera, yakni penglihatan, pendengaran, perabaan, dan berkreasi anak. Anak laki-laki dan perempuan akan sama cerdasnya," kata dr Dwi Putro.


Editor :
Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui