Minggu, 2 Agustus 2015

Health

Perawatan Nyeri Punggung dan Leher

Selasa, 11 Mei 2010 | 13:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika mengalami rasa sakit pada punggung dan leher, aktivitas ringan sehari-hari seperti berjalan, makan, batuk dan bersin menjadi sangat menyiksa. Meskipun berbagai hal telah dilakukan untuk menghilangkan rasa sakit, namun kadang rasa nyeri itu datang lagi.

Sering pula, para spesialis memberi penjelasan berbeda-beda mengenai apa yang menyebabkan nyeri dan lebih lagi, mengenai bagaimana cara mengatasinya. Ketika seseorang mengunjungi dokter, penting untuk mengumpulkan riwayat medis dan menjalani pemeriksaan fisik dan syaraf.

Hal ini untuk memastikan bahwa nyeri bukanlah disebabkan oleh kanker ataupun kerusakan tulang belakang. Tergantung dari hasil pemeriksaannya nanti, pemeriksaan lebih lanjut seperti tes laboratorium atau radiologis dapat juga dilakukan.

Terdapat berbagai jenis perawatan medis untuk sakit punggung dan leher, mulai dari perawatan konservatif hingga invasif. Terapi pembentukan di antaranya termasuk penggunaan kerah servikal atau penyokong lumbal. Fisioterapi sering dicoba dengan penggunaan terapi pijat, ultrasound, terapi es dan panas dan traksi khususnya untuk sakit leher.

Penggunaan obat anti-inflamasi non-steroid misalnya aspirin, ibuprofen, naproxen, celecoxib dan etoricoxib sering digunakan dalam hal ini. Jika terapi konservatif gagal, pemeriksaan lebih invasif dapat dilakukan misalnya dengan suntikan titik picu myofascial, suntikan permukaan sendi, blok saraf dan injeksi steroid yang dapat meredakan rasa sakit.

Melalui Nucleoplasti, diskus dikecilkan oleh sebuah alat probe yang dipandu dengan sinar x  masuk ke dalam diskus dan kemudian mengeluarkan kelebihan diskus. IntraDiscal Electrothermal Therapy (IDET) menggunakan energi panas melalui jarum khusus yang dimasukkan ke dalam diskus yang bersingunggan dan dipanaskan sampai suhu tinggi selama 20 menit.

Panas mengental dan menutup dinding diskus dan mengurangi benjolan diskusi bagian dalam dan iritasi syaraf tulang belakang. Ablasi radiofrekuensi dari saraf ke sendi juga memungkinkan kita untuk menghentikan rasa sakit akibat peradangan sendi. Di spektrum akhir perawatan, prosedur pembedahan misalnya fusi tulang belakang, laminektomi dan penggantian diskus digunakan untuk penyakit tulang belakang yang sudah terlalu parah.

Dr Charles Siow
Consultant Neurologist and Pain Specialist
di Siow Neurology Headache and Pain Centre, Singapura

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Asep Candra
Sumber: