Kamis, 31 Juli 2014 11:41

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Bila Haid Datang Tak Menentu

Sabtu, 12 Juni 2010 | 07:13 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Sudah banyak cara kita terapkan agar terhindar dari nyeri haid yang berlebihan. Mulai dari makan seimbang hingga rajin yoga. Hasilnya, ketika "tamu bulanan" datang, kita bisa tetap beraktivitas tanpa hambatan. Namun, saat waktu kedatangan tidak menentu, kita tidak bergerak untuk mencari tahu.

Memang selama siklusnya masih normal, yakni 25-35 hari, kita tak perlu cemas. Namun, jika haid tak datang sampai 25 hari dari waktu mens terakhir, kita perlu bertanya-tanya. Sama halnya jika setelah lebih dari 7 minggu kita tak juga datang bulan.

Menurut dr.Linda Bradley, direktur Center for Menstrual Disorder Fibroids and Hysteroscopic Service di Cleveland Clinic, perubahan pada siklus haid, sesimpel apa pun bisa menjadi sinyal dari berbagai problem, baik yang ringan maupun berat.

Yang ringan, misalnya ternyata kita hamil. Atau, ada masalah pada alat kontrasepsi yang kita gunakan. Sedangkan yang paling mengkhawatirkan menurut para ahli, adalah bisa jadi kita menderita endometriosis.

Perubahan lain yang juga tak boleh kita acuhkan adalah jika darah yang keluar selama mens sangat sedikit, atau sebaliknya, lebih berlimpah dibanding biasanya. Tak hanya itu. Ditambah juga dengan rasa nyeri tak tertahankan pada perut, yang membuat kita tak bisa menjalani aktivitas harian secara normal.

Yang mesti dilakukan, periksakan diri ke dokter kandungan. Siklus haid yang berubah pada umumnya berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon. Jika pemicunya adalah alat kontrasepsi, maka kita harus segera menghentikan pemakaiannya.

Selain itu, hal lain yang bisa mengganggu kinerja hormon adalah konsumsi obat tertentu, penyakit autoimun, ada infeksi, berolahraga secara berlebihan, serta stres. Pola diet tak seimbang juga bisa menyebabkan perubahan pola siklus haid.

Studi yang dimuat di jurnal Obstetris & Ginecology tahun 2000 menyebutkan, diet vegetarian terbukti efektif dalam meringankan kram perut dan gejala premenstrual lainnya. Tak ada salahnya kita mencoba, dengan memperbanyak asupan sayur, dan mengurangi konsumsi daging merah.


Sumber :
Prevention Indonesia
Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui