Kamis, 24 April 2014 01:21

LIFESTYLE / SEKS - ARTIKEL

Gatal di Vagina Tanda Infeksi?

Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 17 Agustus 2010 | 10:46 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Rasa gatal di organ intim memang bisa jadi bencana bagi kaum wanita. Namun, apakah rasa gatal merupakan gejala terjadinya infeksi di vagina?

Gatal di vagina yang terjadi tanpa adanya bau yang tidak sedap disebut juga dengan noninfectious vaginitis. Menurut Mary Jane Minkin, MD, ginekolog, banyak hal yang menyebabkan kondisi tersebut, misalnya fluktuasi hormonal, reaksi sabun, detergen, kondom atau pakaian dalam yang terlalu ketat.

 "Penyakit kulit seperti eksim dan psoriasis juga bisa menyebabkan gatal-gatal di organ intim," kata staf pengajar di Yale University School of Medicine, Amerika, itu.

Krim anti gatal yang dioleskan di kulit bagian kewanitaan bisa menghilangkan gatal dengan segera. Untuk mencegahnya, hindari penyebab iritasi, seperti pembalut yang mengandung parfum, tisu yang berparfum serta sabun antibakteri. Bila ingin membasuh vagina dengan sabun, pilihlah sabun yang tidak mengandung parfum dan lembut.

"Bila rasa gatal tidak hilang dalam 4-6 minggu atau disertai dengan bau kurang sedap segera periksakan ke dokter untuk mencari tahu kemungkinan terjadi infeksi," paparnya.

Keputihan yang perlu diwaspadai adalah bacterial vaginosis merupakan infeksi jamur yang paling sering dialami kaum wanita. Seringkali infeksi ini ditularkan lewat aktivitas seksual dan kegiatan membilas vagina dengan menyemprotkan cairan (douching). Gejala utama terjadinya bacterial vaginosis antara lain muncul bau tidak sedap dan perubahan warna (tidak jernih).

Bila tidak segera ditangani, kondisi itu bisa menyebabkan inflamasi di bagian pelvis serta keguguran pada ibu hamil. Pengobatan yang diberikan pada dokter biasanya berupa antibiotik yang harus diminum setiap hari.

 


Sumber :
Prevention

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui