Selasa, 7 Juli 2015

Health

Mudah Lupa Belum Tentu Pikun

Rabu, 18 Agustus 2010 | 10:10 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Orang yang mudah lupa seringkali dianggap pikun. Padahal orang pelupa belum tentu pikun.

Ahli saraf dari FKUI Dr. Samino Sp.S menjelaskan bahwa  pikun tidak hanya sebatas lupa akan satu dua hal. Banyak tanda lain yang menyertai pikun.

“Pikun itu kan gangguan pada fungsi otak yang disebut demensia. Penderita demensia biasanya mengalami gejala lain seperti sulit berkomunikasi karena kemampuan berbahasanya terganggu,” papar Samino.

Menurut Samino, kalau hanya lupa akan beberapa hal bisa jadi disebabkan oleh kurang konsentrasi. Akibatnya otak tak bisa fokus dan terjadilah lupa. Kondisi ini biasanya terjadi pada masyarakat kota modern yang sangat sibuk.

Tempo hidup serba cepat dengan banyak kegiatan yang harus dilakukan dalam waktu berdekatan membuat otak lelah dan kehilangan fokus.

“Masyarakat yang hidup di kota modern biasanya sudah dijejali berbagai pikiran dan tuntutan untuk beraktifitas mulai dari bangun tidur. Kalau tak pintar menyiasati bakal cepat lupa akan suatu hal,” ucap Samino.

Tambah lagi kondisi fisik yang terus menurun karena sibuk beraktivitas sejak pagi hingga malam hari. Jika dibiarkan terus akan berakumulasi dan membuat orang lebih mudah lupa. Untuk mencegah agar tak mudah lupa, Samino menyarankan agar masyarakat memperhatikan waktu istirahat. Jangan lupa untuk melatih otak, misalnya dengan membaca buku atau mengisi teka-teki silang. (mic)

Editor : Asep Candra
Sumber: