Kamis, 17 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Kembali ke Index Topik Pilihan

Waspadai Jamu Berkhasiat Instan

Lusia Kus Anna | Asep Candra | Selasa, 24 Agustus 2010 | 13:21 WIB
|
Share:
Surya/Sugiharto
Anggota Reserse Narkoba (Reskoba) Polwiltabes Surabaya memeriksa barang bukti sitaan beberapa sachet yang terdiri dari 50 jenis jamu palsu di Mapolwiltabes Surabaya, Jawa Timur, Kamis (19/6).
TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Banyak minuman tradisional berbahan herbal yang berkhasiat bagi kesehatan. Akan tetapi, berbeda dengan obat kimia, ramuan herbal pada umumnya tidak bisa memberikan efek instan pada tubuh. Oleh karena itu, untuk mendapatkan manfaatnya, ramuan herbal seperti jamu harus dikonsumsi secara rutin.

"Jamu atau herbal yang langsung memberi efek jreng itu tidak ada. Biasanya harus diminum secara teratur," kata dr Setiawan Dalimartha, dari Perhimpunan Dokter Indonesia Pengembang Kesehatan Tradisional Timur, kepada Kompas.com, Selasa (24/8/2010).

Minuman herbal asli Indonesia biasanya terbuat dari rebusan rimpang berkhasiat, seperti kunyit atau jahe, ginseng, serta rempah-rempah. Kebanyakan orang mengonsumsi herbal justru ketika mengalami sakit. Padahal, menurut Setiawan, banyak ragam herbal yang berfaedah sebagai pencegahan alias meningkatkan stamina.

"Kalau badan sakit atau pegal, minum ramuan jamu tidak mungkin langsung seger. Karena itu, banyak penjual jamu yang nakal mencampurnya dengan obat kimia," katanya.

Beberapa jenis obat kimia yang sering dicampur, misalnya, golongan steroid. "Kalau minum satu bungkus badan langsung seger, biasanya dicampur obat kimia," ujarnya.

Setiawan menambahkan, masyarakat sebaiknya hanya mengonsumsi jamu buatan pabrik jamu yang sudah dikenal. Cermati juga nomor izin dari BPOM dalam kemasan jamu. "Sebaiknya hati-hati minum jamu yang sudah dicampur macam-macam," katanya.

Walaupun membuat badan langsung segar, tetapi jamu yang dioplos memiliki efek samping berbahaya, seperti tekanan darah tinggi, keropos tulang, badan bengkak, ginjal rusak, perdarahan lambung, hingga kematian.



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui