Kamis, 2 Oktober 2014 19:27
U19 banner dropdown

Lebih Praktis dengan Makanan Kering

Jumat, 17 September 2010 | 09:35 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
TABLOID NOVA/FADOLI BARBATHULLY
Manfaatkan kentang untuk membuat Kering Kentang Rebon.

KOMPAS.com — Saat perut harus diisi, tetapi waktu tak mendukung, yang paling pas menemani adalah lauk kering.

Lauk kering dibuat dengan maksud agar tahan lama alias sekali dibuat bisa dimakan untuk beberapa hari. Bicara soal rasa, tak kalah dengan makanan biasa, kok. Tugas Anda di rumah pun menjadi ringan, menghemat pengeluaran pula.

Biasanya makanan kering menjadi primadona ketika Anda tak sempat memasak atau sedang tak ada pembantu. Nah, apa saja bahan makanan yang bisa diolah menjadi lauk kering? Simak di sini!

Ikan teri: tambahkan teri dengan petai yang digoreng sampai kering atau kacang tanah goreng.

Tempe:  di pasar atau di tukang sayur banyak penjual tempe yang menyediakan aneka irisan tempe, seperti memanjang ala korek api atau kotak-kotak. Memudahkan untuk dimasak, kan? Sampai rumah, tempe digoreng kering. Rasanya yang manis pasti disukai anak-anak.

Bihun:  gunakan minyak banyak yang panas untuk menggoreng bihun, angkat, tiriskan. Hancurkan sedikit, bubuhi abon siap pakai. Lalu tumis sedikit bumbu balado yang ditambah gula pasir dan cuka masak. Setelah bumbu kental baru masukkan bihun goreng dan abon, aduk sampai rata.

Kentang:  entah itu potongan korek api atau potongan tipis-tipis bentuk segitiga, Anda bisa menggorengnya hingga kering. Tambahkan teri jengki yang digoreng kering atau dengan dendeng manis. Bisa juga dengan ebi yang sudah dihaluskan dan dibumbui pedas manis.

Kelapa:  sangrai kelapa sampai kering lalu buat menjadi serundeng. Tambahkan daging suwir atau kacang tanah kupas yang sudah digoreng. Campur sampai rata, masak dengan api kecil sambil diaduk hingga kering.

(Tabloid NOVA/Nuraini W)


Sumber :
Tabloid Nova
Editor :
Dini

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui