Selasa, 21 April 2015

Health

KONSULTASI SEKS Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi)

Bengkok karena Celana Dalam?

Kamis, 7 Oktober 2010 | 08:01 WIB

TANYA :

Mohon maaf Prof sebelumnya kalau pertanyaan saya tidak sopan. Saya mau bertanya, apakah menggunakan celana dalam yang sempit dan sering ereksi di celana dalam sempit bisa mengakibatkan penis bengkok? Bagaimana cara memakai celana dalam yang benar menurut kesehatan?

Apakah penis diarahkan ke atas atau ke bawah? Penis saya sudah telanjur sedikit bengkok ke bawah, dan kalau di arahkan ke atas rasanya tidak nyaman dan ingin mengeluarkan cairan madzi terus. Apakah sebaiknya saat tidur itu kita memakai celana dalam atau tidak? Terima kasih banyak atas jawabannya.

Dwi Prasetyo Pribadi (18), Pasuruan, Jawa Timur

JAWAB :

Tidak pernah ada laporan bahwa penis menjadi bengkok karena terjadi ereksi di dalam celana dalam yang sempit. Karena itu, tidak ada anjuran bagaimana “meletakkan” penis pada posisi tertentu di dalam celana dalam agar tidak bengkok.

Penis yang bengkok belum tentu menunjukkan adanya gangguan. Bahkan banyak penis yang posisinya bengkok, tetapi tidak berpengaruh terhadap fungsi seksual. Jadi, kalau penis Anda bengkok ke bawah, itu pasti bukan karena sering ereksi di dalam celana dalam yang sempit. Tetapi kalau penis Anda terasa sakit ketika ereksi dalam keadaan bengkok ke bawah itu, seharusnya Anda berkonsultasi lebih jauh dan memeriksakan diri.

Menggunakan atau tidak menggunakan celana dalam ketika tidur sebenarnya tidak ada perbedaan yang bermakna, baik terhadap fungsi seksual maupun kesuburan. Alasannya, celana dalam pada umumnya tipis sehingga tidak akan meningkatkan temperatur kelamin, khususnya testis. Namun, memang benar temperatur yang tinggi di bagian testis dapat mengganggu sperma (kesuburan).    

 

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : Asep Candra

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat