Sabtu, 1 November 2014 00:03

Razia Indomie

Harus Ada Bukti Ilmiah soal Indomie

Penulis : Andy Riza Hidayat | Rabu, 13 Oktober 2010 | 19:54 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
AFP
Indomie

DEPOK, KOMPAS.com — Polemik mengenai produk Indomie menggugah para akademisi menyampaikan pendapatnya. Pemerintah Taiwan yang menarik Indomie dari pasaran harus membuktikan secara ilmiah bahwa produk tersebut mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

Sebaliknya, produsen Indomie, yakni PT Indofood Sukses Makmur, juga harus menyampaikan ke publik bahwa tidak ada kandungan bahan berbahaya. Semua penjelasan mengenai persoalan ini mesti melalui penelitian ilmiah.

"Pemerintah Taiwan harus menunjukkan penelitian ilmiah ke publik bahwa produk Indomie mengandung bahan berbahaya," tutur Guru Besar Ilmu Kebijakan Kesehatan, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI), Prof Wiku BB Adisasmito, PhD, Rabu (13/10/2010), seusai pengukuhannya sebagai Guru Besar di Kampus UI di Depok, Jawa Barat.

Wiku mengatakan, Pemerintah Taiwan juga harus menjelaskan metode penelitian jika memang mereka melakukan penelitian dan menemukan bahan kimia berbahaya. Hal yang sama, katanya, juga harus dilakukan oleh produsen Indomie.

Sebagai negara yang maju dalam hal riset ilmiah, Taiwan harus menjelaskan mengapa baru sekarang melarang produk tersebut beredar di pasaraan. Padahal, Indomie sudah sejak lama beredar di negara tersebut. "Saya khawatir ini hanyalah persoalan politik perdagangan saja," kata Wiku.

Di tempat yang sama, Guru Besar Ilmu Farmasi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) UI, Prof Dr Yahdiana Harahap MS Apt, menilai, penarikan produk Indomie harus disertai dengan kajian ilmiah. Penelitian ini tidak singkat karena dampaknya baru diketahui setelah konsumen memakan produk itu dalam kurun waktu tertentu.

Polemik makanan yang mengandung bahan kimia benzoat bukan hal baru. Beberapa tahun silam, katanya, polemik penggunaan produk ini juga mengemuka ke publik. Untuk mengakhiri polemik ini, katanya, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) mesti menyampaikan ke publik bahan tersebut termasuk bahan berbahaya atau tidak.

Benzoat yang larut dalam air panas dapat berubah menjadi benzena. Zat kimia ini, katanya, bila dikonsumsi berlebihan dapat menyebabkan leukimia (kanker darah) pada manusia.

Pemerintah Taiwan telah menarik peredaran Indomie dari pasaran karena diduga mengandung bahan pengawet yang dianggap berbahaya, yakni E218 atau methyl P-hydroxybenzoate.



Editor :
Marcus Suprihadi

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui