Kamis, 23 Oktober 2014 20:44
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Hari Cuci Tangan Sedunia

Selamatkan Anak dengan Cuci Tangan Pakai Sabun

Jumat, 15 Oktober 2010 | 17:00 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/LUCKY PRANSISKA
Murid taman kanak-kanak di Muara Dua, Lebak, Banten, menuci tangan mereka dengan sabun sebelum dan seusai makan, Selasa (21/9/2010). Mereka diperkenalkan tindakan sanitasi tersebut untuk memutus mata rantai kuman dan upaya pencegahan penyakit.

BANDUNG, KOMPAS.com - Terbangunnya budaya cuci tangan pakai sabun akan menyelamatkan ribuan anak Indonesia dari risiko penyakit diare dan berbagai penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia harus dijadikan sebagai momentum untuk membangun budaya cuci tangan pakai sabun di rumah, sekolah, dan tempat-tempat umum lainnya.

Demikian dikemukakan WASH Program Manager Plan Indonesia, Eka Setiawan, di sela-sela peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (Global Handwashing Day), di Bandung, Jawa Barat, Jumat (15/10/2010).

Eka menjelaskan, berdasarkan kajian Badan Kesehatan Dunia (WHO), cuci tangan pakai sabun terbukti mampu mencegah angka kejadian diare hingga 45 persen. Khusus di Indonesia, tingkat kematian anak akibat diare mencapai 100.000 jiwa per tahun.

“Bisa dibayangkan, berapa banyak anak akan selamat, jika kebiasaan cuci tangan pakai sabun membudaya di rumah, sekolah, serta tempat-tempat umum lainnya. Kebiasaan mencuci tangan pakai sabun harus menjadi prioritas dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, diare merupakan penyebab nomor dua kematian balita di dunia. Kira-kira satu dari lima anak yang terserang diare berakhir dengan kematian, sehingga kurang lebih 1,5 juta balita di dunia meninggal karena diare setiap tahunnya.

“Kebiasaan CTPS, akan memberikan kontribusi penting terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Millenium (MDGs), yakni menurunkan 2/3 kasus kematian anak pada tahun 2015 yang akan datang. Ini bisa menjadi salah satu jawaban dari tantangan pencapaian target MDGs,” jelasnya.

Sejak tahun 2005, sebut Eka, Plan Indonesia aktif melakukan kegiatan untuk membangun perilaku hidup sehat di 9 wilayah kerjanya, yakni di Kabupaten Grobogan, Rembang dan Kebumen (Jawa Tengah), serta di Kabupaten Sikka, Lambata, Soe, Kefa (Nusa Tenggara Timur), dan di Kabupaten Dompu (Nusa Tenggara Barat). Kegiatan tersebut terintegrasi dalam program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM).

“Program Cuci Tangan Pakai Sabun merupakan salah satu dari lima pilar program STBM. Keempat pilar STBM lainnya adalah Penanggulangan masalah buang air besar (BAB) Sembarangan, Program Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga, Program Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang aman, dan program Pengelolaan Limbah Rumah Tangga,” katanya.

Kementerian Kesehatan sendiri telah menerbitkan Surat Keputusan Menteri Kesehatan tentang Strategi Nasional Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) No. 852/Menkes/SK/IX/2008, yang menetapkan CTPS sebagai salah satu pilar strategi yang penting untuk dilaksanakan di Indonesia. Dengan demikian pelaksanaan kegiatan CTPS di Indonesia dapat berkesinambungan.


Editor :
Erlangga Djumena

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui