Selasa, 4 Agustus 2015

Health

Polri Akui Banyak Kelemahan di Rutan

Selasa, 16 November 2010 | 13:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tanpa menyebut apa saja kelemahan yang ada, Kepolisian RI mengakui ada banyak kelemahan dalam sistem pengamanan di rumah tahanan milik Polri sehingga dapat mengakibatkan terjadinya pelanggaran. Salah satu pelanggaran yakni keluar masuknya tahanan tanpa melalui prosedur.

"Banyak, nanti kita tunggu saja," ucap Kepala Bareskrim Polri, Komjen Ito Sumardi seusai pertemuan dengan perwakilan institusi penegak hukum di Mabes Polri, Selasa (16/11/2010). Pernyataan itu dikatakan ketika ditanya apa saja kelemahan di rutan milik Polri selama ini.

Pertemuan itu diikuti Kepala Polri Jenderal (Pol) Timur Pradopo, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, Ketua Satgas Pemberantasan Mafia Hukum Kuntoro Mangkusubroto dan anggota Mas Ahmad Santosa, Plt Jaksa Agung Darmono, serta ketua PPATK Yunus Huesin.

Ito mengatakan, dalam pertemuan itu, seluruh perwakilan sepakat untuk memperbaiki sistem pengamanan di rutan dan lembaga permasyarakatan. Namun, belum diketahui bentuk kongkrit perbaikian sistem itu. "Jadi dari hasil pertemuan tadi disepakati nanti dalam waktu dekat kita akan perbaiki SOP (standar operasional prosedur)," ucap dia.

Seperti diberitakan, kelemahan di rutan terlihat dari dapat bebas keluar masuknya Gayus dari rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok. Gayus keluar masuk rutan sejak Juli 2010 dengan menyuap Kepala Rutan yang saat itu dijabat Kompol Iwan Siswanto dan delapan petugas rutan.

Selain Gayus, terdakwa Komjen Susno Duadji dan terpidana Kombes Williardi Wizar diduga kerap keluar masuk rutan. Belum diketahui siapa tiga tahanan lain yang mendapat keistimewaan sesuai pernyataan Gayus.

Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:

Editor : A. Wisnubrata