Jumat, 18 April 2014 04:47

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Penyakit yang Menyerang Anak di Malam Hari

Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 11 Januari 2011 | 08:38 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
Ukur suhunya jika anak demam lalu kompreslah, bukan langsung diberi obat.

Kompas.com — Penyakit memang sering menghampiri pada waktu yang tidak tepat. Pada anak-anak, tengah malam merupakan waktu yang paling rentan untuk kambuhnya penyakit. Padahal, biasanya semua orang baru saja tertidur dan sering tidak bisa berpikir jernih. Alhasil, orangtua kerap dilanda kepanikan saat mendapati buah hatinya mendadak sakit.

Berikut adalah penyakit yang sering menyerang anak di malam hari, pencetus, dan cara menanganinya. Namun, untuk anak berusia di bawah empat bulan, segera hubungi dokter jika Anda mendapati kondisi yang mengarah darurat, seperti demam tinggi atau sesak napas.

Asma dan alergi

Bila si kecil menderita asma atau alergi tertentu, mungkin Anda cukup sering terbangun di malam hari karena penyakitnya kambuh. Banyak faktor yang menyebabkan penyakit ini sering muncul di malam hari.

"Pada malam hari, kadar kortisol dalam tubuh menurun, padahal hormon ini punya efek perlindungan terhadap asma," kata Dr Santiago Martinez, ahli alergi anak dari Florida State University Medical School.

Penyebab lain adalah naiknya histamin, yang memicu serangan asma. Faktor lain adalah beberapa alergen, seperti tungau debu atau bulu binatang yang berada di kamar anak, meningkat ketika anak sedang tertidur.

Yang harus dilakukan jika serangan asma terjadi pada malam hari, segera berikan antihistamin. Bila serangan ini sering terjadi, Anda bisa meminta suntikan imunoterapi kepada dokter untuk meningkatkan kekebalan tubuhnya.

Demam

Temperatur tubuh secara alami akan meningkat menjelang malam. Itu sebabnya, demam yang dialami anak di siang hari akan terus meningkat saat ia tertidur.

Yang harus dilakukan jika suhu tubuhnya sudah mencapai 38 derajat celsius, Anda bisa memberikan obat penurun panas (parasetamol). Periksa suhu tubuhnya setiap empat jam. Parasetamol bisa diberikan setiap empat jam sekali jika suhu tubuhnya tidak turun juga. Untuk anak berusia kurang dari tiga bulan, segera hubungi dokter jika demamnya tidak segera turun.

Selain obat, pastikan anak tidak kekurangan cairan. Berikan ASI jika ia masih menyusu atau air putih untuk anak yang lebih besar sebelum anak tidur kembali.

Batuk

Batuk yang diikuti dengan sesak napas biasanya disebabkan oleh infeksi virus yang bersembunyi di saluran napas atas dan menyerang ketika anak sedang flu dan menyebabkan peradangan. Gejala batuk ini sering bertambah parah di malam hari karena perubahan aliran darah di saluran napas ketika anak berbaring.

Obat golongan ibuprofen biasanya efektif untuk mengurangi bengkak di saluran napas yang menyebabkan napas pendek-pendek. Selain itu, pastikan anak tidak kedinginan, beri selimut atau jaket. "Bawalah anak ke udara terbuka beberapa menit agar saluran napasnya menjadi rileks," kata Dr Andrea Leeds, dokter anak.

Sakit telinga

Infeksi telinga, baik pada telinga tengah maupun kanal telinga, bisa menimbulkan nyeri dan demam. Lebih dari 90 persen anak sedikitnya pernah mengalami infeksi telinga pada usia sebelum tujuh tahun.

Penyakit ini bertambah parah di malam hari karena dalam posisi berbaring terjadi pengumpulan cairan sehingga terjadi tekanan pada telinga.

Untuk mengobati infeksi telinga tengah atau mengurangi sumbatan pada hidung dan sinus, biasanya dokter akan memberikan obat-obatan. Karena itu, jika anak Anda sering menderita infeksi telinga sampai lebih dari tiga kali dalam enam bulan, sebaiknya Anda memiliki cadangan obat infeksi telinga.


Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui