Minggu, 24 September 2017

Health

Anak Sekolah di Indonesia Kurang Gizi

JAKARTA, KOMPAS.com- Anak-anak sekolah di Indonesia disinyalir masih mengalami kurang gizi hingga saat ini. Hal ini terjadi karena kurangnya asupan energi dan protein yang seharusnya diperoleh anak-anak sehari-hari melalui makanan yang bergizi seimbang.

"Anak-anak sekolah memang masih mengalami kurang gizi. Hal ini karena kebutuhan gizinya belum seimbang. Selama ini anak-anak lebih banyak konsumsi karbohidrat tapi kurang asupan energi lain dan protein," jelas Dewan Pembina Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi,  Zaenal Abidin, dalam diskusi menyambut Hari Gizi Nasional 2011, Sabtu (22/01/2011), di Jakarta.   

Angka kecukupan gizi anak usia 7 - 9 tahun membutuhkan energi sebesar 1.600-1.800 kilo kalori (Kkal) dan kebutuhan protein sebesar 45 gram. Namun, berdasarkan data 2007 dari pakar gizi Universitas Indonesia, Saptawati Bardosono, sekitar 94,5 persen dari 220 anak yang diteliti di lima SD di wilayah DKI Jakarta, mengkonsumsi makanan dengan kalori di bawah standar.

Ini merupakan data terakhir karena selama ini gizi anak sekolah belum menjadi prioritas utama layanan kesehatan. Kurang gizi ini mengakibatkan daya tangkap anak sekolah berkurang, pertumbuhan fisik tidak optimal cenderung postur tubuh pendek serta anak mudah terkena penyakit.

Menurut Ketua Yayasan Gerakan Masyarakat Sadar Gizi, Tirta Prawita Sari. Kekurangan gizi ini juga diakibatkan keterbatasan ekonomi dan pola asuh orangtua yang sering membiasakan mengkonsumsi makanan dengan gizi tidak seimbang.

"Ada juga karena faktor perekonomian yang rendah. Paling penting juga peran orang tua mengatur makan, terutama Ibu. Ibu harus mengerti pola makan anak. Selama ini masyarakat Indonesia, cenderung tidak peduli terhadap gizi seimbang untuk anak, yang penting makan tapi unsur gizi dan sehat tidak diutamakan. Selain itu, Pemerintah juga belum memprioritaskan mengenai gizi dalam layanan kesehatan masyarakat," ungkap Tirta.

Untuk mewujudkan kembali anak sekolah dengan gizi seimbang ini, lanjut Tirta,  pemerintah diharapkan menjamin ketersediaan pangan yang memadai untuk keluarga dan memasukkan pendidikan gizi ke dalam kurikulum di tingkat sekolah dasar agar anak mempunyai pengetahuan gizi seimbang untuk diwujudkan kehidupannya sehari-hari.

Editor : Asep Candra