Rabu, 3 September 2014 00:37

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Benarkah Kurang Minum Bikin Sakit Ginjal?

Penulis : Lusia Kus Anna | Jumat, 18 Maret 2011 | 15:53 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com - "Jangan lupa minum air yang cukup biar tidak sakit ginjal". Nasihat tersebut mungkin sering kita dengar. Padahal, sebenarnya nasihat tersebut kurang tepat.

Dehidrasi akibat asupan air yang kurang memang dapat menimbulkan masalah kesehatan. Akan tetapi menurut dr.Parlindungan Siregar, Sp.PD, KGH dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI/RSCM, pada orang sehat dan fungsi ginjalnya normal, dehidrasi tidak akan berpengaruh pada ginjal.

"Jika dehidrasi ringan atau kekurangan cairan tiga persen, yang terpengaruh mungkin hanya fungsi kognitifnya saja, seperti jadi sulit berkonsentrasi. Tapi pada orang yang memang sudah mengalami gangguan ginjal, dehidrasi ringan akan menyebabkan gangguan ginjalnya menjadi berat," ungkap dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI RSCM ini.

Sementara itu, pada kasus dehidrasi berat atau kekurangan cairan sampai 10 persen, efeknya pada tubuh meliputi tekanan darah menurun. "Pasien yang muntaber dan mengalami dehidrasi juga bisa mengalami gangguan ginjal akut jika tidak langsung ditangani," paparnya.

Ia menambahkan, konsumsi cairan pada orang yang sehat tidak boleh kekurangan, tapi juga tidak boleh berlebihan. "Tergantung pada aktivitasnya, tapi rata-rata kita butuh dua liter air setiap hari," imbuhnya.

Sementara itu pada orang yang sudah menderita gangguan ginjal, asupan airnya dibatasi. "Pada gangguan ginjal akut, volume cairan yang diperbolehkan adalah sebanyak volume urin sehari ditambah 500 mL, jadi sekitar seliter air sehari," katanya.


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui