Rabu, 8 Juli 2015

Health

Swasta Khawatir Tak Kebagian Murid

Jumat, 25 Maret 2011 | 13:55 WIB

KENDAL, KOMPAS.com — Paguyuban Kepala Sekolah Swasta (PK2S) Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, meminta supaya penerimaan siswa baru yang dilakukan sekolah negeri diawasi secara ketat. Selama ini, sekolah negeri sering tidak mematuhi kuota yang sudah ditentukan. Jika sekolah negeri tidak membatasi penerimaan siswa baru, sekolah swasta terancam gulung tikar.

"Sekolah swasta di daerah Pegandon, Kendal, kini hanya memiliki satu kelas tiga karena tidak kebagian siswa," ujar Supari di Kendal, Jumat (25/3/2011). 

Supari mengatakan, pihaknya juga mengkritik bantuan pendidikan yang bersifat diskriminatif. Selama ini, nilai bantuan ke sekolah swasta sangat kecil dibandingkan dengan sekolah negeri.

Kepala Bidang Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kendal Dwiyanto mengatakan, dalam penerimaan siswa baru di sekolah negeri, pihaknya telah membatasi kuotanya. Satu kelas hanya dihuni siswa maksimal 40 anak. Jika ada sekolah yang mau menambah kelas karena kelebihan siswa baru harus mendapat izin dahulu dari dinas pendidikan.

"Semua sudah kami atur. Sekolah swasta jangan khawatir," kata Dwi.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Budiyono mengatakan, saat penerimaan siswa baru, sekolah negeri harus menaati aturan yang ada. Hal itu agar sekolah-sekolah swasta bisa kebagian murid.

"Kami juga meminta kepada sekolah swasta agar bisa melengkapi fasilitasnya sehingga bisa menjadi tujuan siswa yang tidak diterima di sekolah negeri," kata Budiyono. 

Editor : Latief