Rabu, 1 Juli 2015

Health

Manula Rentan Keropos Tulang dan Radang Sendi

Jumat, 15 April 2011 | 03:14 WIB

Jakarta, Kompas - Selain pengeroposan tulang (osteoporosis), kelompok lanjut usia juga rentan radang sendi (osteoartritis). Kedua penyakit ini membatasi gerak dan mobilitas.

Dokter spesialis penyakit dalam Rumah Sakit Pusat TNI Angkatan Darat Gatot Subroto, Aris Wibudi, dalam jumpa pers ”Jaga Kesehatan Tulang dan Sendi, Bebas Bergerak Tanpa Batas”, Kamis (14/4) di Jakarta, mengatakan, gejala umum saat radang sendi adalah rasa nyeri diikuti pembengkakan serta sendi kaku.

Rasa nyeri muncul akibat pertemuan antartulang yang dipicu menipisnya tulang rawan. Tulang rawan yang menjadi bantalan tulang menipis akibat berkurangnya kemampuan tubuh memproduksi glukosamin yang menjadi bahan baku tulang rawan dan pelumas sendi.

Penyakit ini umumnya menyerang mereka yang berusia di atas 45 tahun. Namun, seiring perubahan gaya hidup, penyakit ini ditemukan pada kelompok usia muda akibat obesitas, aktivitas fisik berlebihan dan terus menerus, serta trauma atau luka.

”Glukosamin sebenarnya dapat diperoleh dari konsumsi tulang rawan hewan. Namun, jumlahnya tidak memenuhi kebutuhan tubuh hingga perlu tambahan khusus,” katanya.

Data Badan Kesehatan Dunia menunjukkan, 29 persen perempuan dan 25 persen laki-laki di perkotaan menderita kelainan sendi. Di seluruh dunia, paling sedikit terdapat 360 juta orang penderita radang sendi.

Praktisi kesehatan tulang dan sendi, Muliaman Mansyur, menambahkan, radang sendi dapat terjadi di seluruh tubuh, tetapi lutut merupakan bagian sendi yang paling mudah terkena akibat tekanan selama aktivitas sehari-hari. Untuk mencegah osteoartritis, sendi butuh tambahan glukosamin. (MZW)

Editor :