Jumat, 24 Oktober 2014 15:30
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Gerakan Sayangi Jantungmu Diluncurkan

Kamis, 26 Mei 2011 | 08:17 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi.

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit jantung, DDB Indonesia dan Maxus Indonesia memprakarsai kegiatan kampanye dan edukasi bertajuk "Gerakan Sayangi Jantungmu".

Gerakan ini secara resmi diluncurkan Rabu (25/5/2011) di Jakarta dengan dilatarbelakangi fakta bahwa penyakit jantung dan stroke merupakan penyakit pembunuh utama di dunia berdasarkan laporan World Health Statistic 2009 dari Badan Kesehatan Dunia (WHO).  Laporan ini juga selaras dengan hasil Riset Kesehatan Dasar Indonesia (Riskesdas 2007) yang dikeluarkan pada 2008 lalu bahwa penyakit jantung merupakan penyebab utama kematian di Indonesia. 

Gerakan Sayangi Jantungmu mencakup beragam kegiatan komunikasi seperti kampanye kehumasan, aktivitas periklanan, brand-activation dan media digital.  Kampanye ini diharapkan akan membuka wawasan masyarakat akan pentingnya penerapan gaya hidup sehat dalam menjaga kesehatan jantung dan mencegah serangan jantung dan stroke.

Masyarakat juga dapat ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan mengunjungi situs www.sayangijantungmu.com, facebook "Sayangi Jantungmu" dan mengikuti akun twitter @sayangijantung.  Pada website www.sayangijantungmu.com, masyarakat dapat menemukan informasi mengenai kesehatan jantung dan memanfaatkan fasilitas tes kesehatan jantung secara online.

Prof DR. dr Budhi Setianto SpJP, spesialis jantung dari Rumah Sakit Harapan Kita menyatakan, masyarakat Indonesia harus semakin mewaspadai ancaman penyakit jantung dan stroke,  mengingat kecenderungan faktor pola makan dan gaya hidup modern saat ini  yang kurang sehat.

"Gaya hidup tidak sehat seperti merokok, pola makan tidak sehat, tidak aktif bergerak dan mengonsumsi alkohol berlebihan membuay setiap orang memiliki risiko yang sama untuk terserang penyakit jantung dan stroke," ungkapnya.


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui