Kamis, 23 Oktober 2014 14:57
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Harga Vaksin Turun

Penulis : Lusia Kus Anna | Selasa, 7 Juni 2011 | 07:23 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock

Kompas.com - Perusahaan vaksin berskala internasional mengumumkan pemotongan harga vaksin yang dijual di negara-negara miskin. Sebagai gantinya mereka akan menaikkan harga vaksin di negara-negara maju sebagai subsidi.

Produsen vaksin seperti GlaxoSmithKline (GSK), Merck, Johnson & Johnson serta Sanofi-Aventis setuju untuk mengurangi harga jual vaksin mereka melalui International Vaccine Alliance (Gavi).

GSK mengatakan akan mengurangi harga vaksin rotavirus hingga 67 persen menjadi 2,50 dollar Amerika perdosis di negara miskin. Vaksin rotavirus adalah vaksin untuk mencegah diare. Sebaliknya harga vaksin ini di negara maju akan dinaikkan, misalnya di AS menjadi 50 dollar.

"Keuntungan dari penjualan vaksin sebenarnya diperlukan untuk investasi pembuatan generasi baru vaksin dan obat. Namun sangat jelas bahwa negara miskin seperti Kenya atau Malawi yang tidak punya kemampuan untuk membeli vaksin, mereka harus dibantu dengan kontribusi dari negara maju atau negara berkembang," kata Andrew Witty, chief executive GSK seperti dikutip BBC.

Gavi merupakan kemitraan yang mewakili masyarakat dan sektor swasta untuk membantu pengumpulan dana dalam program vaksinasi masal di negara miskin dan berkembang.

Gavi kini berkomitmen memberikan bantuan hingga 40 persen untuk vaksinasi rotavirus di negara miskin hingga tahun 2015. Namun dana yang dibutuhkan mencapai 3,7 miliar dollar sehingga dibutuhkan pengurangan harga dan donasi.

Sementara itu Merck menyebutkan akan menyediakan vaksin rotavirus produksi sendiri dengan harga 3,5 dollar Amerika per dosis.

Selain itu, dana yang harus dikeluarkan Gavi untuk membayar vaksin pentavalent yang melindungi bayi dari penyakit difteri, tetanus, pertusis, hepatitis B dan influenza tipe B akan dikurangi oleh dua perusahaan vaksin dari India, Serum Institute dan Panacea Biotec.

GSK juga mengatakan penelitian akan vaksin malaria sudah mendekati tahap akhir. Akan tetapi vaksin ini tidak akan dijual di negara Barat. Ini berarti tidak ada kesempatan bagi pasien di negara kaya untuk memberi subsidi negara miskin.

Sebagai gantinya, GSK mengatakan jika vaksin ini sudah dijual ke pasaran maka harganya tidak akan terlalu mahal karena perusahaan hanya akan mengambil keuntungan 5 persen yang nantinya akan digunakan untuk menciptakan vaksin generasi baru.

Organisasi-organisasi sosial menyambut baik langkah perusahaan vaksin ini dan meminta perusahaan lain menirunya demi pencegahan kematian anak-anak.

 


Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui