Senin, 20 Oktober 2014 18:20
Caring by Sharing | Kompas.com

KRL JABODETABEK

Tarif KRL Tidak Turun, tapi Didiskon

Selasa, 28 Juni 2011 | 14:59 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Aktivitas penumpang yang naik dan turun dari KRL commuterline jurusan Bogor-Jakarta di Stasiun Tebet, Jakarta Selatan, saat uji coba perubahan pola perjalanan KRL Jabodetabek, Sabtu (18/6/2011). Pola ini mengatur semua rangkaian KRL, baik commuterline (AC) maupun ekonomi (non-AC) berhenti di setiap stasiun sehingga bisa mengatasi penumpukan penumpang saat jam sibuk.

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia menegaskan, revisi harga karcis yang akan diberlakukan KRL commuterline bukan penurunan tarif, melainkan diskon yang diberikan kepada penumpang.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional I Matetta Rizalulhaq mengatakan, tarif diskon ini akan diberlakukan mulai 30 Juni 2011.

"Kami akan terapkan tarif baru single operation hingga resmi beroperasi pada 2 Juli," lanjut Matetta, Selasa (28/6/2011) di Jakarta.

Ia menjelaskan, tarif baru ini memenuhi aspirasi masyarakat yang merasa keberatan atas tarif yang ditetapkan sebelumnya. Pada uji coba pertama 18 Juni lalu, kata Matetta, uji coba tidak hanya dilakukan untuk mengetes operasional KRL, tapi juga dengan tarifnya.

"Maka dari hasil uji coba itu diperoleh tarif penyesuaian karena ada masyarakat yang menginginkan tarifnya berimbang," katanya. Ia menambahkan, efektivitas penerapan pola operasi tunggal ini akan dievaluasi per enam bulan.

Sebelumnya PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) sepakat untuk menurunkan harga karcis KRL commuterline. Harga karcis KRL commuterline lintas Bogor-Jakarta turun dari Rp 9.000 menjadi Rp7.000. Untuk tarif rute Jakarta-Depok, karcis dibanderol Rp 6.000, karcis Jakarta-Bekasi sebesar Rp 6.500, tiket Jakarta-Tangerang Rp 5.500, dan Jakarta-Serpong Rp 6.000.

Corporate Secretary PT KCJ Makmur Syaheran mengatakan, keputusan itu diambil berdasarkan pertemuan antara operator dengan penumpang yang diwakili oleh komunitas KRL Mania pada pekan lalu. "Ini angkutan publik, satu orang pun harus didengar aspirasinya," katanya.

Makmur memastikan, dengan adanya kenaikan itu, jadwal yang sudah dipasang di setiap stasiun tidak mengalami perubahan. Hanya ada penambahan satu perjalanan untuk KRL Ekonomi Non AC, sedangkan harga karcis langganan atau abonemen akan mengalami perubahan. "Sekarang baru dihitung beberapa lintas," ujarnya.

Komunitas pengguna KRL atau KRL Mania meminta agar PT KJC membuat jadwal yang sesuai dengan kebutuhan. Menurut mereka, berdasarkan jadwal baru, hampir semua perjalanan dipangkas.

"Sebagai contoh lintas Serpong pada peak hour sore ada empat perjalanan, nah jadwal baru tinggal dua. Empat saja sudah penuh, apalagi dua," kata juru bicara KRL Mania Agam Faturrahman.

Makmur menegaskan, jadwal baru sudah disesuaikan dengan kondisi dan sarana serta prasarana yang dimiliki, yaitu kekuatan armada dan listrik. "Kalau menyesuaikan kebutuhan penumpang, ya sampai berapa pun tidak akan ada habisnya," katanya.

Rencananya, pada 30 Juni dan 1 Juli, PT KCJ kembali melakukan uji coba dan pola operasi tunggal sebelum berlaku efektif mulai 2 Juli. (ANT)

 


Editor :
Laksono Hari W

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui