Kamis, 24 April 2014 01:15

KONSULTASI / SEKS - ARTIKEL

KONSULTASI SEKS

Bersama Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS 

Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

Seks Saat Haid

Kamis, 7 Juli 2011 | 05:48 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi seks

TANYA :

Dok, saya pernah diajak suami melakukan hubungan seksual di saat masa haid. Apakah hal itu dapat membahayakan bagi kesehatan? Apakah ada efek buruknya terutama bagi organ seksual  karena saya pernah mendengar kalau berhubungan intim saat haid bisa memicu kanker serviks? Terima Kasih sebelumnya atas jawaban dokter.

(Erika, 32, Bandung)

 

 

JAWAB : Di media massa cukup sering diberitakan melakukan hubungan seksual pada saat haid dapat menimbulkan akibat bermacam-macam, termasuk kanker mulut rahim. Bagi saya, itu informasi yang menyesatkan dan menakut-nakuti.

Tidak ada data penelitian dasar maupun data klinik yang menyatakan hubungan seksual pada saat haid dapat menimbulkan akibat bermacam-macam itu. Informasi itu hanya didasarkan pada anggapan salah bahwa darah haid adalah "darah kotor".

Lalu berdasarkan "common sense" muncullah inbformasi mengenai akibat itu. Tetapi melakukan hubungan seksual saat haid kurang menyenangkan dari segi estetika. Masalahnya kalau yang bersangkutan mau, ya silakan saja.


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui