Jumat, 31 Oktober 2014 23:21
Caring by Sharing | Kompas.com

Istana: Presiden Tak Tebang Pilih

Penulis : Hindra Liu | Rabu, 13 Juli 2011 | 15:08 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
RUMGAPRES/ABROR RIZKI
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono memberi keterangan pers di Pendopo Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Senin (11/7/2011) malam.

JAKARTA, KOMPAS.com — Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha mengatakan, tak benar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan tebang pilih dalam kasus hukum. Presiden selalu mengedepankan supremasi hukum. Hal ini disampaikan Julian terkait adanya desakan agar Presiden berupaya melakukan pemulangan terhadap mantan Bendahara Partai Demokrat M Nazaruddin, yang kini tersangka kasus dugaan suap pada proyek pembangunan wisma atlet SEA Games 2011.

"Benar bahwa Presiden telah menginstruksikan aparat keamanan untuk segera menghadirkan saudara Nazaruddin demi memenuhi proses hukum yang bersangkutan. Namun, tidak berarti perintah tersebut tebang pilih, hanya khusus saudara Nazaruddin karena berlaku pula kepada setiap WNI yang tersangkut masalah hukum dan belum memenuhi atau menjalani proses hukum," kata Julian kepada Kompas.com, Rabu (13/7/2011).

Oleh karena itu, kata Julian, Presiden telah memerintahkan jajaran anggota Kabinet Indonesia Bersatu Kedua, utamanya Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Luar Negeri, dan Polri, untuk berkoordinasi menghadirkan semua WNI yang belum memenuhi proses hukum. Saat ini jajaran pemerintah sedang bekerja melaksanakan perintah Presiden.

Polri telah mengirimkan red notice Nazaruddin kepada Interpol pada Senin (4/7/2011) dan diteruskan Interpol kepada 188 negara anggota Internasional Criminal Police Organization (ICPO) sehari kemudian. Red notice Nazaruddin berlaku untuk semua negara anggota untuk mencarinya.

Keberadaan Nazaruddin memang masih simpang siur. Sebelumnya, Kemlu Singapura merilis bahwa Nazaruddin tidak lagi berada di Singapura, bahkan jauh sebelum penetapannya sebagai tersangka pada 30 Juni 2011. Kemudian berkembang kabar bahwa Nazaruddin berada di Jawa Timur dan terakhir dikabarkan ditangkap di Filipina.

Kasus dugaan suap pembangunan wisma atlet SEA Games juga melibatkan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga Wafid Muharam, Manajer Pemasaran PT Duta Graha Indah Mohamad El Idris, dan Direktur Pemasaran PT Anak Negeri Mindo Rosalina Manulang.



Editor :
Heru Margianto

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui