Rabu, 26 November 2014 19:35

KONSULTASI / SEKS - ARTIKEL

KONSULTASI SEKS

Bersama Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS 

Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

Cara Sederhana Kontrol Ejakulasi

Kamis, 14 Juli 2011 | 09:17 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

TANYA :

Dok, saya sudah menikah selama 4 tahun dan hubungan intim dengan istri berjalan lancar.  Namun, ada kalanya sedikit terganggu karena saya kadang mengalami ejakulasi/orgasme lebih dahulu daripada istri sehingga saya merasa bersalah ketika istri belum orgasme sudah harus selesai. Bagaimanakah caranya agar orgasme saya bisa ditunda, menuggu agar istri bisa lebih dulu orgasme. Terima kasih atas jawabannya.

Agus, 37, Madiun

 

JAWAB :

Kalau hanya kadang-kadang Anda mengalami orgasme dan ejakulasi lebih cepat, atau lebih dulu dari istri, sebenarnya itu bukan suatu disfungsi seksual. Tetapi kalau itu sering kali atau selalu terjadi, dan mengganggu istri, itu baru merupakan masalah. Inilah yang disebut ejakulasi dini.

Untuk mengatasi agar tidak terjadi ejakulasi yang cepat, cara sederhananya ialah  mengurangi atau menghentikan sesaat gerakan ketika melakukan hubungan seksual. Setelah itu dimulai lagi. Tetapi kalau terjadi sering kali, apalagi selalu terjadi (tergolong ejakulasi dini), tentu diperlukan obat untuk mengontrolnya.


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui