Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

TANYA :
Prof Wimpie, berdasarkan literatur yang saya baca, sperma mengalami kematangan dalam waktu 16 hari. Saya mohon diberikan penjelasan, apakah bila sebelum itu (saat sperma belum matang) sel sperma tidak dapat membuahi sel telur?
Wijanu Putra, 17, Denpasar
JAWAB:
Sel spermatozoa diproduksi di dalam testis dan mengalami proses pematangan di dalam saluran epididimis. Setelah menjadi sel spermatozoa yang matang, barulah sel spermatozoa mampu membuahi sel telur.
Sebelum menjadi sel spermatozoa yang matang, sel itu tidak mampu membuahi. Maka, kalau terjadi gangguan proses pematangan karena hambatan tertentu, sel spermatozoa tidak matang dan tidak mampu membuahi sel telur.
