Minggu, 26 Oktober 2014 08:04
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Komunikasi dengan Pasien Jadi Tantangan Dokter

Penulis : Bramirus Mikail | Rabu, 10 Agustus 2011 | 11:40 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

 

Kompas.com – Rendahnya kualitas dokter dan fasilitas kesehatan, tak dipungkiri  berpengaruh besar terhadap "larinya" pasien Indonesia untuk berobat ke luar negeri. Buruknya komunikasi pasien dengan dokter juga dinilai menjadi penyebab utama terjadinya kesalahpahaman antara dokter dengan pasiennya.

Jusup Halimi, President Director Ramsay Health Care Indonesia mengatakan, masalah komunikasi saat ini menjadi salah satu tantangan seluruh dokter di Indonesia untuk bisa lebih berkomunikasi lebih baik dengan pasien. Menurutnya, seorang dokter tidak boleh lagi melakukan komunikasi satu arah, dimana pasien hanya sebagai pendengar saja.

Dia mengutarakan bahwa, sejauh ini Ramsay sudah melakukan training untuk meningkatkan komunikasi dokter-dokter yang berpraktek di RS. Premier Jatinegara, RS. Premier Surabaya dan RS. Premier Bintaro. Pelatihan ini, sudah dilakukan Ramsay sejak tahun 2009 dengan mengundang sebuah lembaga training komunikasi Cognitive Institute di Brisbane, Australia.

“ Pelatihan ini memang ditujukan untuk meningkatkan komunikasi dari dokter-dokter di Indonesia, supaya komunikasi dokter dengan pasien menjadi lebih baik,” ucapnya, disela-sela acara talkshow ‘Konsisten dalam Komitmen Meningkatkan Kualitas Pelayanan’, Selasa, (9/8/2011) di Jakarta.

Jusup mengatakan ke depannya diharapkan pasien akan merasa lebih nyaman ketika harus berhadapan dengan dokter dan percaya bahwa apa yang diberikan dokter adalah suatu yang terbaik untuk pasien.

Salah satu materi yang dipelajari dalam training tersebut antara lain bagaimana cara menjaga eye contac dengan pasien, memberi waktu yang cukup kepada pasien dan berusaha memahami apa keinginan pasien.

“Kita sudah melakukan sekitar 8 session training.  Dimana setiap session diikuti 22-25 dokter (umum dan spesialis). Jadi sekarang sudah sekitar 180 dokter yang berpraktek didalam rumah sakit Ramsay Health Care yang mengikuti training tersebut,” jelasnya.

Terlepas dari pentingnya peningkatan kualitas komunikasi dokter, Jusup berharap rumah sakit lainnya secara bersama-sama dapat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas, terutama untuk keselamatan pasien. Hal ini menurutnya tidak lain untuk mencegah hijrahnya pasien yang pergi berobat ke luar negeri.

 “Saya yakin kita bisa dalam memberikan pelayanan yang baik. Yang paling penting adalah kepentingan pasien Artinya mereka benar-benar sembuh ketika berobat di rumah sakit Indonesia yang menekankan pada keselamatan pasien dan kualitas yang baik,” tutupnya.


Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui