Selasa, 28 April 2015

Health

Kualitas Sperma Menurun di Usia 35

Sabtu, 13 Agustus 2011 | 09:32 WIB

Kompas.com - Usia memang memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma, tetapi ternyata penurunan tersebut bisa dimulai sejak pria berusia 30 tahun. Tentu saja hal tersebut akan memengaruhi kesuburan.

Dr.Qian-Xi Zhu dan timnya dari Shanghai Institute of Planned Parenthood Research menemukan fenomena tersebut dalam cairan mani pria China. Lebih dari 1.000 pria berusia 20-60 tahun mendonorkan sperma mereka untuk analisa jumlah cairan mani yang diproduksi, jumlah sperma, pergerakan, serta apakah sperma itu normal.

Dibandingkan dengan pria berusia 20-29 tahun, pria berusia 35 tahun memiliki kemampuan bergerak yang lebih rendah. Padahal pergerakan sperma adalah hal yang penting untuk proses pembuahan sel telur. Yang menarik penurunan kemampuan gerak sperma itu sudah dimulai sejak usia 30 tahun dan terus menurun setiap tahunnya.

"Motalitas atau kemampuan berenang sperma menurun seiring usia dan itu akan membuat mereka sulit untuk menghamili," kata Andrew Wyrobek, spesialis sperma dari Lawrence Berkeley National Laboratory yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Jumlah sperma hidup dalam cairan mani juga lebih sedikit pada pria yang lebih dewasa. Misalnya saja pada pria usia 20-29  tahun sekitar 73 persen sperma di contoh cairan mani adalah hidup, sementara hanya 65 persen sperma hidup dalam cairan mani pria usia 50-60 tahun.

Setelah usia 30 tahun, jumlah sperma yang memiliki fisik normal juga berkurang. Dibanding dengan pria usia 20 tahun, mereka yang berusia di atas 50 tahun hanya memiliki 16 persen sperma yang tampak normal.

Kualitas Sperma Menurun di Usia 35

Kompas.com - Usia memang memengaruhi kualitas dan kuantitas sperma, tetapi ternyata penurunan tersebut bisa dimulai sejak pria berusia 30 tahun. Tentu saja hal tersebut akan memengaruhi kesuburan.

Dr.Qian-Xi Zhu dan timnya dari Shanghai Institute of Planned Parenthood Research menemukan fenomena tersebut dalam cairan mani pria China. Lebih dari 1.000 pria berusia 20-60 tahun mendonorkan sperma mereka untuk analisa jumlah cairan mani yang diproduksi, jumlah sperma, pergerakan, serta apakah sperma itu normal.

Dibandingkan dengan pria berusia 20-29 tahun, pria berusia 35 tahun memiliki kemampuan bergerak yang lebih rendah. Padahal pergerakan sperma adalah hal yang penting untuk proses pembuahan sel telur. Yang menarik penurunan kemampuan gerak sperma itu sudah dimulai sejak usia 30 tahun dan terus menurun setiap tahunnya.

"Motalitas atau kemampuan berenang sperma menurun seiring usia dan itu akan membuat mereka sulit untuk menghamili," kata Andrew Wyrobek, spesialis sperma dari Lawrence Berkeley National Laboratory yang tidak terlibat dalam penelitian ini.

Jumlah sperma hidup dalam cairan mani juga lebih sedikit pada pria yang lebih dewasa. Misalnya saja pada pria usia 20-29  tahun sekitar 73 persen sperma di contoh cairan mani adalah hidup, sementara hanya 65 persen sperma hidup dalam cairan mani pria usia 50-60 tahun.

Setelah usia 30 tahun, jumlah sperma yang memiliki fisik normal juga berkurang. Dibanding dengan pria usia 20 tahun, mereka yang berusia di atas 50 tahun hanya memiliki 16 persen sperma yang tampak normal.

 

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: