Rabu, 22 Oktober 2014 06:57
Caring by Sharing | Kompas.com

Dinas Kesehatan Sidak Farmers Market SMS

Penulis : Rafael Miku Beding | Senin, 15 Agustus 2011 | 16:17 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Robert Adhi Ksp/KOMPAS
Ilustrasi : Farmers Market, salah satu ritel milik pengusaha Indonesia. Foto Farmers Market di FX Lifestyle Mall, Sudirman, Jakarta, saat pembukaan Januari 2010

TANGERANG, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Tangerang di bawah pimpinan Asisten Daerah II Pemerintah Kabupaten Tangerang (Asda II), Senin (15/8/2011) sekitar pukul 11.00 melakukan sidak ke Farmers Market (pasar swalayan) yang berada di Sumarecon Mall Serpong (SMS), Gading Serpong, Tangerang, Sabtu (15/8/2011).

"Adapun maksud dan tujuan kami kesini, secara umum ingin melaksanakan tugas kami, yaitu untuk mengecek peredaran makanan di pasar-pasar, terutama dari segi kelayakan makanan dan mengecek apakah masih ada beredar makanan ataupun minuman yang sudah kadaluarsa," ujar Ahmad Suwandi, Asda II Kabupaten Tangerang.

Secara khusus, sidak kali ini lebih dikhususkan mengecek makanan dan minuman cepat saji seperti susu kemasan, jus-jus kemasan, kolang kaling, kue-kue kering kemasan dan juga mengecek parcel-parcel untuk lebaran.

Dalam sidak yang berlangsung kurang lebih selama satu setengah jam ini, dihadiri oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tangerang, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, serta turut hadir pula kepala farmasi dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM-RI) Kabupaten Tangerang.

Ahmad Suwandi mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati dalam mengonsumsi makanan atau minuman cepat saji. Dia mengatakan, hasil dari sidak tersebut aman, tidak ditemukan sesuatu yang ganjil dari makanan serta minuman cepat saji dari Farmers Market.

"Parcel semua layak, cuma kami tidak tahu di luar sana. Perhatikan tanggal kadaluarsa dari setiap yang akan dibeli, itu kunci utamanya," kata Ahmad.

Lely Seraphina, sebagai Kepala Farmasi BPOM-RI Kabupaten Tangerang, mengatakan bahwa acara seperti ini rutin diadakan, apalagi semakin gencar begitu mendekati lebaran.

"Kami terus melakukan pemantauan. Kali ini kami ingin mencek, apakah parcel-parcel lebaran tersebut, isinya semua masih dalam tenggak masa kadaluarsa yang cukup lama, jangan sampai malah sudah lewat masa kadaluarsanya. Tapi sejauh ini, semua parcel layak dikonsumsi," ujarnya.

Lely menambahkan, mengenai masalah makanan cepat saji di pasar swalayan, sejauh ini terpantau aman. Yang masih berbahaya adalah di pasar-pasar tradisonal. Contoh yang masih berbahaya adalah ayam serta daging sapi. Masih banyak yang ditemukan kandungan formalinnya.

"Kemarin saja kami temukan di beberapa pasar tradisonal di tangerang, masih ada ayam serta daging yang berformalin,"

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, Niniek Isnaini menambahkan, selain ayam berformalin, di sejumlah pasar tradisional Tangerang juga masih ditemukan sirup-sirup yang mengandung zat pengawet terlalu tinggi, yang pastinya membahayakan kesehatan.

Umumnya, sirup-sirup tersebut dipasarkan dengan harga murah, tentunya dengan merk-merk yang aneh (yang belum pernah didengar) bahkan ada yang tidak ber-merk.


Editor :
Hertanto Soebijoto

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui