Jumat, 1 Agustus 2014 08:41

Makanan untuk Mengurangi Nyeri Haid

Penulis : Felicitas Harmandini | Selasa, 16 Agustus 2011 | 11:09 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK
Untuk membantu mengurangi nyeri menstruasi, kurangi atau hindari makanan yang kaya akan lemak jenuh, gula sederhana, maupun kafein, seperti pada kopi, teh, cokelat, dan soda.
TERKAIT:

Tanya:
Saya (25) menstruasi sejak umur 13 tahun. Menjelang masuk SMA, setiap mens saya selalu pingsan pada hari pertama karena tidak tahan sakit. Begitu mulai terasa sakit, biasanya saya minum minuman bersoda ukuran 600 ml (untuk seharian) untuk mengurangi rasa sakit dan melancarkan keluarnya darah mens. Kira-kira, apakah ada makanan yang bisa mengurangi kram perut parah seperti yang saya alami? Saya ingin solusi yang lebih aman dan sehat. (Rosa Purwanti, via e-mail)

Jawab:
Dear Rosa, untuk membantu mengurangi rasa nyeri saat menstruasi, ada beberapa makanan dengan kandungan nutrisi tertentu yang dapat dikonsumsi, antara lain:
* Makanan yang mengandung asam lemak esensial seperti omega 3 dan omega 6 yang banyak dijumpai pada ikan laut dalam, kacang-kacangan, flaxseed, dan lain-lain.
* Vitamin B, banyak dijumpai pada sayuran, kacang-kacangan, daging, makanan laut, telur, dan lain-lain.
* Mineral magnesium, bisa diperoleh dari sereal, kacang-kacangan, sayuran hijau, buah-buahan, daging, ikan, dan lain-lain.
* Sumber antioksidan seperti vitamin A, C, E, yang bisa dikonsumsi dari sayur dan buah-buahan segar.
* Kurangi atau hindari makanan yang kaya akan lemak jenuh, gula sederhana, maupun kafein, seperti pada kopi, teh, cokelat, dan soda.

Namun jika nyeri saat menstruasi masih dirasakan sangat mengganggu, sebaiknya Rosa berkonsultasi dengan dokter kandungan dan kebidanan. Gunanya untuk mengetahui apakah ada masalah yang lebih mendasar, yang membuat menstruasi selalu menyebabkan rasa sakit yang parah. Selamat mencoba, ya.


Editor :
Dini

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui