Kamis, 2 Oktober 2014 13:23
U19 banner dropdown

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Persiapan Mudik

Mudik, Ganti Popok Bayi Sesering Mungkin

Penulis : Bramirus Mikail | Senin, 22 Agustus 2011 | 11:55 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK
Memakai popok sekali pakai dianggap lebih praktis bagi kaum ibu.

JAKARTA, KOMPAS.com – Pemakaian popok sekali pakai atau diapers pada anak umumnya memudahkan tugas orang tua dalam mengurus sang buah hati, terutama ketika harus berpergian jauh, seperti halnya perjalanan mudik. Tetapi di balik kemudahan tersebut, pemakaian diapers tetap mengundang risiko dan harus diperhatikan secermat mungkin.

Seperti diungkapkan dr. Ayu Partiwi SpA, MARS, spesialis anak dari RS Bunda Jakarta, penggunaan diaper yang tidak tepat justru dapat menimbulkan masalah bagi bayi. Apalagi ketika bayi harus melakukan perjalanan panjang seperti mudik,  penggunaan diapers yang terlalu lama akan memicu gangguan kesehatan pada sang buah hati. 

"Masalah pemakaian diaper pada bayi yang paling sering adalah diaper rash, yaitu iritasi kulit yang disebabkan karena peradangan akibat kulit kontak dengan diaper," kata dokter yang akrab disapa dr Tiwi itu.

Akibat peradangan tersebut, biasanya akan timbul kemerahan pada kulit bayi terutama pada daerah yang tertutup oleh diaper. Bahkan, bukan tidak mungkin akan mengundang infeksi jamur dan bakteri.

Orang tua yang tidak menjaga kebersihan di daerah sekitar genital bayi pascapemakaian diapers dapat berisiko pada terjadinya infeksi saluran kemih (ISK). ISK adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih. Gejala yang dapat timbul dari ISK yaitu perasaan tidak enak saat berkemih (anyang-anyangan).

Menurut Tiwi, pemakaian diapers dapat memicu terjadinya ISK, apabila bayi mempunyai faktor risiko. Faktor risiko tersebut misalnya, pada bayi yang sedang mengalami diare, sehingga mudah terpapar kuman (bakteri E. Coli) yang berasal dari kotoran lebih sering terpapar dengan uretra (saluran kemih yang terhubung dengan kandung kencing). Pada bayi perempuan dengan perlengketan di daerah vagina atau bayi laki-laki dengan kulup yang sempit (fimosis), juga punya risiko untuk mengalami ISK.

Tiwi menegaskan, diapers pada umumnya aman digunakan asalkan para orang tua rajin mengganti dan selalu menjaga kebersihan pada saat menggantinya.

"Sedapat mungkin daerah genitalnya dan sekitarnya dibersihkan dengan air bersih mengalir. Hati hati dalam pemilihan bahan untuk membersihkan kulit yang terpapar dengan diapers. Kulit biasanya jadi lebih sensitif dan gampang iritasi. Pilih bahan lembut untuk membersihkannya,” jelasnya.

Berikut ini adalah beberapa tips aman penggunaan diapers pada bayi, terutama saat Anda harus berpergian jauh (mudik), seperti yang dipaparkan oleh dr. Tiwi :

1. Ganti diapers sesering mungkin.

2. Bila mengganti diapers, bersihkan dengan kain yang lembut jangan digosok.

3. Saat mengganti, beri kesempatan kulit terpapar dengan udara untuk beberapa saat supaya tak terlalu lembab, sehingga jamur tidak tumbuh.

4. Hindari pemakaian celana plastik (sering kali di double mungkin maksudnya supaya tak rembes keluar kotorannya).

5. Boleh beri pelindung kulit yang mengandung zinc atau petroleum supaya kulit tidak kontak langsung dengan kotoran.

6. Memberi bayi atau anak cukup cairan selama mudik, untuk mencegah terjadinya infeksi salurah kemih.

7. Bila sudah terlihat kemerahan pada daerah diaper segera hentikan pemakaian diapers.

 



Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui