Jumat, 28 November 2014 22:44

Penuaan Dini Tak Hanya Terjadi pada Kulit

Penulis : Felicitas Harmandini | Selasa, 13 September 2011 | 10:57 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK
Kurang asupan kalsium sebelum usia 30-35 tahun menyebabkan tulang kurang rapat densitasnya.
TERKAIT:

KOMPAS.com - Orang selalu mengaitkan masalah penuaan dini dengan kondisi kulit. Misalnya, kulit wajah keriput, mengendur, pori-pori membesar, atau menampakkan bercak-bercak hitam. Padahal, masalah penuaan juga terjadi pada area tubuh yang lain. Misalnya, tulang yang rapuh, memori yang memudar, rambut rontok, atau sulit melenyapkan tumpukan lemak di area perut. Hal-hal inilah yang menyebabkan penampilan Anda tampak lebih tua daripada usia sebenarnya. Lalu, bagaimana cara mengatasi tanda-tanda penuaan tersebut?

Konsumsi kalsium untuk mencegah pengeroposan tulang
Kurang asupan kalsium sebelum usia 30-35 tahun menyebabkan tulang kurang rapat densitasnya. Setelah usia itu, asupan kalsium yang kurang dapat mempercepat proses osteoporosis. Oleh karena itu, selagi muda, biasakan untuk mengonsumsi susu, keju, yogurt, atau berbagai sayuran yang mengandung kalsium.

Makanlah bayam dan mangga untuk mencegah kerusakan akibat paparan sinar matahari
Paparan sinar matahari dan ultra violet adalah pemicu utama penuaan dini, dimana kerutan di wajah akan semakin dalam, dan elastisitas kulit pun berangsur hilang. Ahli dermatologi Audrey Kunin memperingatkan, kanker kulit bisa mulai berkembang pada usia awal 20-an dan 30-an. Untuk mencegahnya, Anda bisa mengonsumsi semangka, mangga, bayam, dan ubi. Buah dan sayuran ini kaya akan vitamin A yang membantu memperbaiki sel-sel kulit.

Konsumsi suplemen untuk mencegah berkembangnya demensia
Siklus tidur yang terganggu, kelelahan, dan berkurangnya memori, adalah tanda-tanda awal penyusutan otak, demikian menurut Eric Braverman, ahli neurologi dan penulis buku Younger (Sexier) You. Mengonsumsi suplemen Omega-3 DHA akan membantu meningkatkan memori dan kemampuan belajar, serta mengurangi risiko penyakit Alzheimer dan demensia. Selain itu, main puzzle, game, memelajari sesuatu yang baru, dan aktif secara sosial juga akan merangsang kesehatan otak, lho.

Glycolic acid dan retinol dapat mengembalikan kulit yang berkilau
Rona wajah yang memudar bisa menunjukkan kondisi yang lebih berat daripada yang Anda kira. Lorraine Maita, spesialis antipenuaan, mengatakan bahwa kulit menguning bisa menunjukkan masalah liver, rona kelabu mengindikasikan masalah ginjal, dan kulit yang mengendur merupaka tanda bahwa jaringan kulit sedang memecah. Kurangi masalah ini dengan mengonsumsi makanan yang kaya antioksidan, dan mengaplikasikan krim yang diperkaya dengan glycolic acid atau retinol untuk mengembalikan kilau pada kulit.

Kurangi daging merah dan makanan kemasan
Lemak tubuh yang berlebih biasanya tersimpan di area perut dan trisep (lengan belakang) seiring bertambahnya usia. Hal ini akan memicu organ-organ lain untuk mulai menutup secara prematur. Jaga kondisi tubuh Anda dengan melenyapkan kelebihan gula dan lemak jenuh yang terdapat pada daging merah dan makanan kemasan. Lengkapi upaya Anda dengan latihan olahraga secara teratur. Dengan demikian Anda akan terlihat awet muda dan bugar.

Kembalikan kelembaban tubuh
Dehidrasi tidak cuma kita rasakan dalam bentuk rasa haus, melainkan juga kulit yang rusak, kering, dan rambut yang kusam. Kondisi tersebut akan membuat penampilan terlihat 10 tahun lebih tua. Berikan kelembaban pada tubuh Anda dengan mengaplikasikan losion secara teratur, banyak minum air putih, serta mengurangi kafein dan soda. Kedua jenis minuman ini bersifat diuretik, sehingga akan membuat rambut kering dan menghilangkan nutrisi. 






Sumber :
Editor :
Dini

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui