Sabtu, 19 April 2014 08:48

KONSULTASI / SEKS - ARTIKEL

KONSULTASI SEKS

Bersama Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS 

Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

Haruskah Sperma Dikeluarkan Rutin?

Senin, 19 September 2011 | 10:18 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock
Ilustrasi

TANYA :

Saya ingin bertanya mengenai pengeluaran sperma. Apakah ada patokan seberapa sering pengeluaran sperma yang baik itu, berapa kali dalam seminggu atau dalam sebulan? Apakah baik jika sperma tidak dkeluarkan sampai adanya pernikahan? Terima kasih sebelumnya atas jawabannya.

(Bayu, 20, Palembang)

 

 

 

JAWAB :

Tidak ada ketentuan berapa kali seminggu sperma harus dikeluarkan (ejakulasi). Juga tidak ada ketentuan apakah sperma harus dikeluarkan atau tidak. Lebih jauh, tidak ada bukti bahwa sperma yang tidak dikeluarkan akan memberikan manfaat tertentu. Tetapi dalam kaitan dengan kemampuan menghamili, maka dalam waktu 3-5 hari setelah keluar yang terakhir, sperma berada dalam kondisi yang baik.


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui