Minggu, 26 April 2015

Health

KONSULTASI SEKS Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi)

Haruskah Sperma Dikeluarkan Rutin?

Senin, 19 September 2011 | 10:18 WIB

TANYA :

Saya ingin bertanya mengenai pengeluaran sperma. Apakah ada patokan seberapa sering pengeluaran sperma yang baik itu, berapa kali dalam seminggu atau dalam sebulan? Apakah baik jika sperma tidak dkeluarkan sampai adanya pernikahan? Terima kasih sebelumnya atas jawabannya.

(Bayu, 20, Palembang)

 

 

 

JAWAB :

Tidak ada ketentuan berapa kali seminggu sperma harus dikeluarkan (ejakulasi). Juga tidak ada ketentuan apakah sperma harus dikeluarkan atau tidak. Lebih jauh, tidak ada bukti bahwa sperma yang tidak dikeluarkan akan memberikan manfaat tertentu. Tetapi dalam kaitan dengan kemampuan menghamili, maka dalam waktu 3-5 hari setelah keluar yang terakhir, sperma berada dalam kondisi yang baik.

Editor : Asep Candra

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat