Sabtu, 4 Juli 2015

Health

Perusahaan Sayang Bayi, Sukseskan ASI Eksklusif

Selasa, 27 September 2011 | 14:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Keberhasilan seorang ibu menjalankan program ASI eksklusif memerlukan dukungan berbagai pihak,  mulai dari suami, keluarga, tetangga hingga lingkungan tempat kerja. Peran perusahaan seringkali tidak diperhitungkan dalam hal ini, padahal dukungan dari lingkungan tempat berkerja turut memberikan andil besar dalam menyukseskan ASI Eksklusif.

Direktur Pengawasan Norma Kerja Perempuan Anak Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Adji Dharma mengatakan, setiap perusahaan wajib melindungi tenaga kerja perempuan sebelum, saat dan pasca persalinan.

"Salah satu perlindungan adalah diberikan kesempatan menyusui bayi, atau memerah ASI selama kerja. Diperlukan kesadaran dari perusahaan sebagai pihak yang bersentuhan langsung untuk menjadi perusahaan yang sayang bayi," katanya, saat Seminar Penguatan Pemberian ASI di Tempat Kerja, Selasa, (27/9/2011) d Jakarta.

Ia menuturkan, dewasa ini banyak perempuan terlibat di sektor publik. Dengan meningkatnya jumlah tenaga kerja perempuan, pemimpin di institusi baik pemerintah maupun swasta serta pemimpin perusahaan perlu disadarkan mengenai peningkatan pemberian ASI di lingkup tempat kerja.

Dalam pemaparannya Adji mengatakan, ada 4 langkah untuk menciptakan perusahaan sayang bayi. Pertama, mendukung calon ibu dengan memastikan para ibu mendapat cuti. Kedua, perusahaan harus menerima kembali ibu-ibu bekerja, tanpa adanya pemotongan gaji. Ketiga, memungkinkan para ibu dalam memberikan ASI secara layak dengan memberikan waktu yang cukup untuk ibu memerah ASI atau memberikan ASI dan keempat mendukung pemberian ASI sebagai awal kehidupan anak

"Ini merupakan keseriusan pemerintah kepada pekerja perempuan untuk memberikan ASI kepada anaknya. Diaturnya hak-hak ibu dalam menyusui menunjukkan bahwa pemerintah menyadari pentingnya pemberian ASI dalam mempersiapkan sumber daya yang sehat dan beerkualitas," tutupnya.

Editor : Asep Candra