Kamis, 31 Juli 2014 04:12

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Kurang Protein Berisiko Tulang Rapuh

Penulis : Lusia Kus Anna | Kamis, 29 September 2011 | 14:10 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com - Menurunnya kepadatan tulang sebagai salah satu penanda penyakit osteoporosis kerap dikaitkan dengan kekurangan asupan kalsium. Padahal, kekurangan protein juga dapat menyebabkan massa tulang menurun.

"Kekurangan protein bisa menyebabkan tulang rapuh karena di dalam massa tulang terdapat protein khas yang disebut osteokalsin," kata dr. Fiastuti Witjaksono Sp.GK dalam acara media workshop menyambut Bulan Osteoporis Nasional yang diadakan Fonterra Brands di Jakarta (29/9/2011).

Sayangnya, menurut Fiastuti kebanyakan pola makan orang Indonesia kurang protein. "Selain karena piring makanan kita berisi lebih banyak nasi daripada lauknya, kebanyakan orang Indonesia juga berhenti minum susu setelah beranjak besar," paparnya.

Untuk mencukupi kebutuhan protein harian, disarankan untuk mengasup 10-15 persen protein dari total kalori. "Dalam sepiring makan, isi dengan karbohidrat 50 persen ditambah protein 15 persen dan lemak 10 persen," katanya.

Kendati begitu protein tidak boleh berlebihan karena protein yang berlebihan akan dibuang oleh tubuh dan menarik kalsium sehingga cadangan kalsium kita berkurang.

"Karena itu sangat tidak disarankan melakukan diet tinggi protein karena bisa berdampak pada tulang," imbuhnya.

Selain kekurangan kalsium dan protein, faktor yang memberi efek negatif pada tulang antara lain adalah berat badan kurang, penurunan berat badan yang salah, kebiasaan merokok, konsumsi kafein berlebih, serta pola makan tinggi natrium yang terdapat pada garam, pengawet dan penyedap makanan.


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui