Selasa, 29 Juli 2014 01:27

KLB Difteri

Guru dan Wartawan Ikut Diimunisasi Dipteri

Penulis : Dahlia Irawati | Rabu, 12 Oktober 2011 | 15:18 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
KOMPAS/IDHA SARASWATI W SEJATI
Seorang balita tengah diperiksa sebelum mendapat imunisasi difteri di Kelurahan Simokerto, Kecamatan Simokerto, Kota Surabaya, Senin (10/10/2011).

PROBOLINGGO, KOMPAS.com- Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Rabu (12/10/2011), melakukan imunisasi difteri serempak di empat kecamatan yang ditemukan adanya penderita difteri. Dalam imunisasi itu, bukan saja anak sekolah yang menjadi sasaran imunisasi tetapi juga para guru dan wartawan yang meliput.

Usai mengimunisasi seluruh siswa siswi kelas 4-6 SDN Bantaran II, tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo pun menawari guru dan wartawan untuk turut diimunisasi. " Tidak apa-apa imunisasi juga, karena untuk imunisasi booster memang bisa dilakukan 5-10 tahun sekali," ujar Kepala Bidang P2PL (penanggulangan penyakit dan penyehatan lingkungan) Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo, Dyah Kuncarawati.

Tawaran itu disambut baik oleh para guru dan wartawan. Guru-guru turut diimunisasi, termasuk sejumlah wartawan yang meliput kegiatan tersebut. " Saya sudah pernah diimunisasi. Cuman ini untuk pencegahan saja apalagi kini marak penyakit difteri," ujar Hana, salah seorang wartawan media elektronik nasional.

Sebelumnya, puluhan siswa kelas 4-6 SDN Bantaran II juga telah diimunisasi. Banyak di antara mereka menangis karena takut, atau suntikannya diulang karena terlalu tegang. "Saya takut disuntik. Tetapi rupanya setelah disuntik rasanya tidak sakit," ujar Khotimah, salah seorang siswi yang sempat menangis sebelum disuntik.

Di kabupaten Probolinggo tahun 2011 ini tercatat ada enam penderita difteri anak-anak dari usia 4-11 tahun. Jumlah ini naik 3 kali lipat bila dibandingkan tahun 2010 di mana hanya ada dua penderita dipteri.

 



Editor :
Marcus Suprihadi

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui