Selasa, 7 Juli 2015

Health

Bahaya Kanker Payudara Masih Mengintai

Senin, 17 Oktober 2011 | 13:31 WIB

Kompas.com - Untuk membangun kesadaran terhadap bahaya kanker payudara, Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta berkampanye di Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (15/10) sore. Komunitas yang sebagian besar anggotanya adalah survivor kanker ini mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara untuk menekan angka kematian.

"Kesadaran kaum perempuan untuk memeriksakan diri sejak dini menyebabkan masih tingginya angka prevalensi kanker payudara. Di Indonesia, angka kematian akibat kanker payudara menduduki urutan kedua setelah kanker leher rahim," kata Linda Agum Gumelar, pendiri yayasan yang juga seorang survivor kanker payudara.

Prevalensi kanker payudara di Indonesia 26 per 100.000 penduduk. Artinya dari 100.000 penduduk, terdapat 26 perempuan terkena kanker payudara. Sekitar 30 survivor kanker payudara memegang spanduk besar bertuliskan "deteksi dini dapat mencegah kanker payudara stadium lanjut."

Mereka mengenakan kaos berwarna merah. Beberapa pelawak yakni Tarzan dan Memed tampak bergabung dalam kampanye tersebut. Wakil Ketua YKPJ , Ning Anhar, mengatakan, untuk membantu deteksi dini masyarakat YKPJ berinisiatif memberikan layanan gratis mamografi keliling sejak 4 tahun lalu. Namun karena kekurangan dana, yayasan ini hanya memiliki satu mobil keliling untuk melayani seluruh Jakarta. Rumah Sakit Kanker Dharmais juga memiliki satu unit mobil keliling mamografi. Deteksi dini kanker payudara dengan mamografi berbiaya sekitar Rp 150.000 - 200.000.

Editor : Lusia Kus Anna