Sabtu, 1 November 2014 01:27

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Bahaya Kanker Payudara Masih Mengintai

Penulis : Lusiana Indriasari | Senin, 17 Oktober 2011 | 13:31 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Kompas/IND
Gerakan Peduli Kanker Payudara.
TERKAIT:

Kompas.com - Untuk membangun kesadaran terhadap bahaya kanker payudara, Yayasan Kesehatan Payudara Jakarta berkampanye di Bundaran Hotel Indonesia, Sabtu (15/10) sore. Komunitas yang sebagian besar anggotanya adalah survivor kanker ini mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara untuk menekan angka kematian.

"Kesadaran kaum perempuan untuk memeriksakan diri sejak dini menyebabkan masih tingginya angka prevalensi kanker payudara. Di Indonesia, angka kematian akibat kanker payudara menduduki urutan kedua setelah kanker leher rahim," kata Linda Agum Gumelar, pendiri yayasan yang juga seorang survivor kanker payudara.

Prevalensi kanker payudara di Indonesia 26 per 100.000 penduduk. Artinya dari 100.000 penduduk, terdapat 26 perempuan terkena kanker payudara. Sekitar 30 survivor kanker payudara memegang spanduk besar bertuliskan "deteksi dini dapat mencegah kanker payudara stadium lanjut."

Mereka mengenakan kaos berwarna merah. Beberapa pelawak yakni Tarzan dan Memed tampak bergabung dalam kampanye tersebut. Wakil Ketua YKPJ , Ning Anhar, mengatakan, untuk membantu deteksi dini masyarakat YKPJ berinisiatif memberikan layanan gratis mamografi keliling sejak 4 tahun lalu. Namun karena kekurangan dana, yayasan ini hanya memiliki satu mobil keliling untuk melayani seluruh Jakarta. Rumah Sakit Kanker Dharmais juga memiliki satu unit mobil keliling mamografi. Deteksi dini kanker payudara dengan mamografi berbiaya sekitar Rp 150.000 - 200.000.


Editor :
Lusia Kus Anna

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui