Sabtu, 5 September 2015

Health

KONSULTASI SEKS Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS
Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi)

Kenapa Libido Naik Saat Membaca Buku?

Kamis, 10 November 2011 | 09:02 WIB

TANYA :

Dok, setiap kali membaca buku yang memeras otak, saya sering merasakan meningkatnya gairah seksual. Hal itu ditandai dengan fisiologi berupa ritme denyut jantung yang tak menentu, serta urat nadi berdetak sangat cepat. Bahkan kelenjar pada alat kelamin secara otomatis menjadi sensitif. Saya tidak mengkonsumsi makanan dengan kandungan protein yang terlalu tinggi. Apakah hal ini secara seksual wajar? Bagaimana mengatasinya? Terima kasih.

(Day Milovich, 30, Semarang)

 

JAWAB :  

Seharusnya kalau membaca buku yang memeras otak, dorongan seksual justru tertekan, tidak bangkit. Tidak lazim kalau membaca buku yang memeras otak lalu gairah seksual meningkat.

Alasannya karena dari buku itu tidak ada rangsangan seksual apapun yang diterima. Denyut jantung dan nadi yang meningkat tidak selalu terjadi karena gairah seksual meningkat.

Boleh jadi, ketika membaca buku itu, terjadi rangsangan ke syaraf parasimpatis, tetapi tidak berkaitan dengan gairah seksual. Saya pikir Anda tidak perlu khawatir atau bingung. Keadaan ini tidak perlu diatasi karena akan hilang sendiri.  

Editor : Asep Candra

FORM KONSULTASI

Tahun
Cm
Kg
Incorrect please try again
ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat