Rabu, 27 Mei 2015

Health

Efek Samping Obat Dikeluhkan Pasien Kanker Payudara

Senin, 12 Desember 2011 | 15:05 WIB

Kompas.com - Hampir sepertiga pasien kanker payudara menghentikan pengobatannya karena efek samping obat. Padahal, obat tersebut diperlukan untuk mengurangi kadar estrogen yang merupakan bahan bakar tumor untuk kembali kambuh.

Efek samping yang dikeluhkan para pasien antara lain nyeri pada persendian, serangan hawa panas (hot flushes), pertambahan berat badan, dan mual. Obat yang dikonsumsi pada umumnya adalah jenis aromatase inhibitor untuk kanker payudara yang sensitif estrogen.

Dalam penelitian yang dilakukan peneliti dari Northwestern University terhadap 686 pasien menunjukkan 36 persen wanita memilih menghentikan pengobatan mereka karena alasan tidak tahan dengan efek samping obat.

Pasien yang terlibat dalam penelitian ini mengisi daftar pertanyaan untuk menilai kualitas hidup mereka serta gejala yang dirasakan terkait dengan terapi kanker payudara. Mereka ditanyakan gejala yang timbul sebelum terapi, serta pada bulan ke-3, 12, dan 24 terapi.

Setelah tiga bulan, sepertiga pasien mengalami nyeri sendi, 28 persen mengalami serangan panas di wajah, dan 24 persen mengaku gairahnya lebih rendah. Makin lama terapi dilakukan, makin dirasakan efek sampingnya.

Mereka yang berhenti minum obat sebelum masa 5 tahun yang direkomendasikan adalah pasien yang masih mengalami efek samping kemoterapi atau radioterapi. Akibat dari efek samping samping obat, 10 persen wanita berhenti minum obat dalam 2 tahun dan 26 persennya berhenti pada tahun keempat.

Para pasien juga mengatakan ada perbedaan antara penjelasan dokter dengan efek samping yang mereka rasakan. "Para dokter tampaknya menyepelekan efek samping yang dirasakan dari obat," kata Dr.Lynne Wagner, yang melakukan studi ini.

Padahal, menghentikan pengobatan lebih dini bisa membahayakan. Karena itu pasien disarankan untuk berkonsultasi kepada dokter mereka bila ingin berhenti minum obat.

 

Editor : Lusia Kus Anna
Sumber: