Jumat, 24 Oktober 2014 04:54
Caring by Sharing | Kompas.com

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Prediksi Serangan Jantung Lewat Tes Darah

Penulis : Lusia Kus Anna | Rabu, 28 Desember 2011 | 07:42 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Kompas.com - Sebuah tes terbaru yang mengukur kadar troponin di dalam darah diklaim bisa membantu mendeteksi apakah seseorang beresiko serangan jantung dalam waktu dekat atau tidak. Tes paling mutakhir ini diharapkan membantu mencegah komplikasi dan menghemat biaya.

Troponin adalah protein yang dilepaskan ke dalam aliran darah ketika otot jantung mengalami kerusakan, misalnya saat serangan jantung. Makin banyak kerusakan yang diderita jantung, makin banyak troponin ditemukan dalam darah.

Saat ini memang sudah ada tes untuk mengukur troponin T atau troponin I. Dalam studi terbaru para ilmuwan menemukan bahwa tes untuk troponin I lebih sensitif dan akurat dibanding dengan tes lainnya.

Penelitian yang diketuai Dr.Till Keller dari University Heart Center di Jerman itu dilakukan terhadap 1.818 pasien yang menunjukkan gejala serangan jantung. Dari jumlah responden tersebut, 413 orang mengalami kejadian serangan jantung.

Dalam tes troponin I jika hasilnya negatif maka pasien memang tidak akan terkena serangan jantung. Pada tes lainnya dokter sering harus melakukan pengulangan tes beberapa kali untuk mendapatkan hasil akurat.

Setiap tahunnya ribuan orang datang ke unit gawat darurat karena keluhan nyeri pada dada. Biasanya dokter akan meminta tes EKG (elektrokardiogram) untuk mengetahui ada tidaknya gangguan pada jantung dan juga tes darah.

Menurut Dr.Sandra Chaparro, ahli jantung dari University Miami Hospital, Florida, AS, tidak semua hasil EKG menunjukkan hasil abnormal selama serangan jantung, karena itulah tes darah diperlukan.

"Seringkali orang datang dengan keluhan nyeri dada, bisa karena memang ada sesuatu yang gawat atau tidak berarti apa-apa. Karena itu tes yang sensitif dan akurat sangat penting untuk menghembat biaya," kata Chaparro.

 


Sumber :
HealthDay News

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui