Kamis, 18 September 2014 12:39

KONSULTASI / SEKS - ARTIKEL

KONSULTASI SEKS

Bersama Prof Dr dr Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS 

Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Udayana. Kini dia menjabat sebagai Kepala Bagian Andrologi dan Seksologi, Ketua Pusat Studi Anti-Aging Medicine, dan Ketua Program Magister dengan kekhususan Anti-Aging Medicine dan kekhususan Ilmu Kedokteran Reproduksi. Prof Wimpie juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Seksologi Indonesia (ASI), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Andrologi Indonesia (Persandi), dan Wakil Ketua Perhimpunan Kedokteran Anti Penuaan Indonesia (Perkapi).

Meningkatkan Kualitas Ereksi

Sabtu, 31 Desember 2011 | 02:17 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

TANYA :

Dok, bagaimana caranya meningkatkan kualitas ereksi ? Setiap kali akan berhubungan seksual rasa-rasanya ereksi Mr.P saya kurang? Apakah perlu menggunakan obat untuk meningkatkan kualitas ereksi? Selama ini saya mengonsumsi buah-buahan warna merah, apakah hal itu bermanfaat untuk meningkatkan kualitas ereksi?

(Prasetyo, 37, Madiun)

JAWAB :

Tentu harus dipastikan dulu, apakah benar kualitas ereksi Anda tidak maksimal. Kualitas ereksi dapat diperiksa apakah sudah maksimal atau tidak. Kualitas ereksi yang maksimal memiliki nilai 4.

Tetapi banyak pria yang nilai ereksinya 3, tetapi tidak menyadari bahwa itu tidak maksimal. Dalam keadaan begini, biasanya istri yang lebih dulu merasakan.

Kalau benar nilai ereksi Anda tidak maksimal, keadaan ini dapat ditingkatkan dengan pengobatan yang benar. Tetapi tentu harus diperiksa dulu, apa benar tidak maksimal, dan apa penyebabnya. Mengenai buah-buahan berwarna merah, saya pikir tidak ada bukti ilmiah yang menyatakan dapat meningkatkan kualitas ereksi.  
 

 


Editor :
Asep Candra
Tahun

Cm    Kg
Laki-laki    Perempuan


Incorrect please try again

ReLoad

Hanya pertanyaan-pertanyaan terpilih yang akan dimuat


IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui