Sabtu, 20 September 2014 16:59

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Jika Anda Vegetarian, Waspadai Efek Samping Ini

Penulis : Bramirus Mikail | Sabtu, 4 Februari 2012 | 13:06 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
shutterstock
Ilustrasi

KOMPAS.com - Banyak orang beranggapan, menerapkan pola makan vegetarian adalah salah satu pilihan yang sehat. Ini benar, dengan catatan Anda tetap memperhatikan kebutuhan gizi dan mengikuti pola makan yang seimbang.

Tapi jangan pernah berpikir bahwa Anda bisa hidup lebih sehat bila tidak mengonsumsi makanan dari hewani, seperti daging sapi, ayam dan sebagainya. Dengan menghindari semua produk hewani, justru akan membawa Anda pada efek samping yang buruk. Mau tahu apa saja efek samping itu? Berikut adalah penjelasannya, seperti dikutip National Geographic:

1. Defisiensi (kekurangan) vitamin B12


Jika Anda seorang vegetarian ketat dan tidak mengonsumsi susu, telur atau produk hewani lainnya, mungkin Anda berisiko mengalami kekurangan vitamin B12. Gejala kekurangan vitamin B12 di antaranya adalah anemia, lemas, gangguan keseimbangan dan kesemutan pada lengan dan kaki, menurut para ahli dari University of Maryland Medical Center.  Vitamin B12 penting untuk proses metabolisme, pemeliharaan sistem saraf pusat dan pembentukan sel darah merah.

2. Defisiensi zat besi


Daging menyediakan banyak sumber zat besi yang mudah dicerna oleh tubuh, beda halnya dengan yang berasal dari tumbuhan. Kurangnya asupan daging merah, unggas atau pun ikan dapat menyebabkan Anda kekurangan zat besi dan anemia. Gejala kekurangan zat besi meliputi kelelahan, lemas, perkembangan kognitif lambat dan rentan terhadap infeksi.

Wanita yang menderita kekurangan zat besi berisiko melahirkan bayi lahir prematur atau berat badan rendah. The National Institut for Health (NIH) merekomendasikan bahwa vegetarian harus mendapatkan dua kali lebih banyak zat besi yang berasal dari nabati karena jenis zat besinya lebih sulit untuk diserap tubuh ketimbang yang berasal dari hewani. NIH menyarankan, agar para vegetarian dapat meningkatkan penyerapan zat besi dengan cara mengonsumsi vitamin C atau buah jeruk.

3. Defisiensi seng (zinc)

Zinc atau seng mempunyai peran penting dalam membantu meningkatkan indera perasa atau pengecap.  Zinc juga penting artinya bagi sistem kekebalan tubuh karena membantu proses penyembuhkan luka. Seng banyak ditemukan dalam makanan berprotein tinggi seperti daging serta daging unggas berwarna gelap. Kurangnya asupan zinc bisa berakibat pada berkurangnya nafsu makan, rentan terhadap infeksi, rambut rontok dan sejumlah gejala lain. Salah satu cara terbaik bagi Anda para vegetarian dalam meningkatkan asupan seng adalah dengan mengonsumsi kacang-kacangan, kacang tanah dan selai kacang, meskipun pada umumnya seng yang berasal protein hewani lebih mudah diserap oleh tubuh.
 
4. Defisiensi kalsium

Tulang yang kuat membutuhkan asupan kalsium dan salah satu cara terbaik untuk mendapatkannya adalah dari produk susu. Jika susu, yoghurt dan mentega tidak masuk bagian dari menu makanan Anda, ganti dengan sereal, roti dan jus yang telah ditambah kalsium, brokoli dan kubis. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan penipisan kepadatan tulang dan osteoporosis, masalah gigi dan kondisi medis lainnya. Kalsium membantu peredaran darah, menggerakan otot, membantu saraf dalam mengirimkan pesan dari otak, dan melepaskan hormon-hormon dan enzim.


Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui