Minggu, 20 April 2014 22:51

PSIKOLOGI - ARTIKEL

7 Langkah Mudah Redakan Stres

Penulis : Bramirus Mikail | Kamis, 9 Februari 2012 | 14:13 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
Shutterstock

KOMPAS.com - Sibuk dengan perkerjaan kantor, mengurus anak atau pekerjaan rumah adalah hal-hal yang membuat seseorang rentan mengalami stres. Semakin sering Anda berada pada situasi yang tidak nyaman, bukan tidak mungkin hal ini akan memengaruhi kondisi kesehatan Anda.

"Ketika Anda berulang kali mengalami stres, sistem saraf Anda tetap tegang. Bahkan tingkat stres yang kecil dapat membuat Anda merasa kewalahan," kata Dr. Henry Emmons, yang juga penulis The Chemistry of Calm.

Emmons memaparkan, ada 7 (tujuh) tahap untuk membuat seseorang lebih tenang saat harus berhadapan dengan stres, seperti dijelaskan di bawah ini :

1. Kenali tanda-tandanya

Cara terbaik untuk mengelola stres adalah dengan mengenali sedini mungkin gejalanya. Tetapi hal ini sulit untuk dideteksi, karena sinyal yang diperlihatkan tubuh sangat halus. "Orang sering tidak menyadari bahwa stres mempengaruhi kualitas tidur. Anda mungkin bisa tidur selama delapan jam, tapi sulit untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, sehingga Anda terus merasa lelah," kata Dr Emmons.

Untuk mendeteksinya, luangkan waktu selama beberapa menit setiap hari untuk memikirkan perubahan kebiasaan atau kesehatan apa saja yang telah terjadi pada diri Anda yang mungkin dipicu akibat kecemasan.

2. Alihkan pikiran

Ketika seseorang merasa tegang atau tertekan, pikiran mereka mungkin akan terus didesak memutar ulang kesalahan-kesalahan yang telah diperbuat.  Emmons menyarankan untuk mengubah fokus perhatian ke tubuh sebagai gantinya. Bagaimana caranya? Carilah tempat yang tenang untuk duduk dan buat pikiran rileks. Kemudian, tarik napas dalam-dalam melalui diafragma, dan menghembuskannya secara perlahan melalui mulut.

Cara ini cukup efektif membantu menenangkan sistem saraf Anda. "Anda bahkan dapat berlatih pernapasan ketika tidak sedang stres, sehingga Anda tahu persis apakah teknik pernafasan dapat menenangkan pikiran Anda," kata Emmons.

3. Aktivitas fisik

Stres menjadi alasan yang cukup sering digunakan banyak orang untuk tidak berolahraga. Padahal dengan melakukan aktivitas fisik, kadar hormon stres dalam tubuh bisa diseimbangkan, kata  Emmons. Lakukan aktivitas olahraga yang Anda Anda sukai, seperti misalnya bersepeda, berenang atau jogging.

4. Ngemil sehat

Ketika stres muncul, manusia umumnya cenderung ingin mengonsumsi makanan ringan atau ngemil. Kudapan manis dapat memicu lonjakan glukosa darah, sehingga membuat Anda merasa lebih gelisah. Untuk camilan yang lebih sehat, Anda bisa menggantinya dengan mencampur stroberi segar ke dalam saus coklat gelap. Kenapa? Karena, stroberi tinggi kandungan vitamin C yang dapat menurunkan stres akibat radikal bebas. Sementara coklat gelap membantu mengurangi hormon stres (seperti kortisol) dalam tubuh. Pilihan lainnya, Anda bisa mengonsumsi wortel atau batang seledri.

5. Telepon teman

Menghabiskan waktu dengan teman-teman membantu tubuh kita memompa keluar hormon oksitosin, sehingga tubuh merasa lebih baik. Luangkan waktu berkumpul secara teratur bersama teman atau sahabat, akan membuat perasaan Anda menjadi lebih baik.

6. Pergi jalan-jalan

Hanya dengan menghirup udara segar dapat meningkatkan pandangan Anda, membantu Anda menangani situasi sulit dengan lebih tenang. Pergi ke sebuah taman dekat rumah dan menghirup wangi bunga cukup untuk membuat pikiran kembali tenang. Penelitian menunjukkan bahwa menghirup aroma tertentu (seperti lavender) dapat membantu mengatur ulang sistem kekebalan tubuh ke tingkat yang normal.

7. Persiapkan diri untuk tidur

Kurang tidur hanya membuat Anda merasa lebih cemas. Untuk mengatasi hal ini, ambil sebuah buku dan pena, lalu tuliskan setiap pikiran negatif yang muncul di kepala Anda, kata Sue Patton Thoele, salah seorang psikoterapis dan penulis buku ternama. Cara ini menurut Patton memang berlawanan dengan intuisi, tapi dengan mencatat sejumlah keluh kesah Anda di atas kertas, cukup dapat membantu mengurangi beban pikiran.


Sumber :
CBSNews
Editor :
Asep Candra

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui