Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  

NEWS & FEATURES / HOT TOPICS - ARTIKEL

Donasi 300 Juta untuk Edukasi Kesehatan Tulang

Lusia Kus Anna | Jumat, 10 Februari 2012 | 15:43 WIB
|
Share:
Fonterra Brand Indonesia
Perwakilan PT Fonterra Brands Indonesia menyerahkan donasi kepada perwakilan Perosi dan ketua Perwatusi.
TERKAIT:

Kompas.com - Kepedulian masyarakat akan penyakit kerapuhan tulang atau osteoporosis memang terus meningkat. Tetapi hal itu belum cukup karena penyakit ini sudah menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman masyarakat akan penyakit osteoporosis digagas oleh PT. Fonterra Brands Indonesia melalui merk susu kalsium Anlene.

Pengumpulan donasi dilakukan melalui program kegiatan jalan sehat bersama di enam kota di Indonesia. Menurut dr.Muliaman Mansyur, medical marketing manager PT. Fonterra Brands Indonesia, setiap langkah dihargai Rp 1. "Kegiatan ini telah berhasil menciptakan 300 juta langkah atau dalam bentuk nominal Rp 300 juta," kata Muliaman.

Dana yang terkumpul itu diberikan kepada Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI) dan Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (PERWATUSI) untuk program edukasi kesehatan tulang dan pencegahan osteoporosis.

"Sebagai bagian dari program CSR perusahaan melalui Anlene, tahun ini Fonterra juga menambah lima alat baru untuk mengukur indikasi kesehatan tulang di rumah sakit yang membutuhkan," paparnya dalam acara penyerahan donasi di Jakarta, Rabu (8/2/12).

Perempuan berisiko menderita osteoporosis lebih tinggi dibandingkan pria. Risiko ini meningkat seiring bertambahnya usia. Osteoporosis menyebabkan penderitaan yang bisa menimbulkan kecacatan hingga kematian. Banyak kejadian patah tulang pinggul, pasien meninggal saat serangan di tahun pertama. Kendati begitu sebenarnya penyakit ini sangat mudah dicegah dengan cara menjaga kesehatan tulang sejak usia muda.

 



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui