Jumat, 31 Oktober 2014 13:59
Caring by Sharing | Kompas.com

Awasi Konsumsi Susu Sapi pada Ibu Menyusui

Penulis : Christina Andhika Setyanti | Selasa, 21 Februari 2012 | 11:09 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:
SHUTTERSTOCK
Berhati-hatilah dengan susu sapi ketika sedang menyusui, karena bisa saja menyebabkan alergi pada bayi
TERKAIT:

KOMPAS.com - Susu sapi memang baik untuk memenuhi kebutuhan kalsium pada tulang, namun ibu yang sedang menyusui sebaiknya berhati-hati ketika mengonsumsi susu sapi ini. Seperti diketahui, setiap makanan yang dikonsumsi ibu hamil ini akan diserap dan dialirkan ke seluruh tubuh termasuk ke ASI. Menurut dr Tri Yuniarti, SPOG, meski sang ibu tidak memiliki alergi terhadap susu sapi, namun susu sapi ini bisa memicu reaksi alergi pada bayi, terutama jika bayi memiliki alergi susu sapi.

Meski tak semua bayi memiliki reaksi alergi pada susu sapi, sebaiknya perhatikan asupan makanan ketika masih menyusui. Perhatikan kondisi bayi ketika Anda mengonsumsi susu sapi murni untuk mencukupi kebutuhan gizi. Jika muncul alergi pada sekitar mulut bayi yang berupa ruam kemerahan, gatal-gatal, sampai diare, bisa dikatakan bayi memiliki alergi terhadap susu sapi yang masuk ke dalam tubuhnya melalui ASI.

"Susu sapi yang diminum ibu akan mengalir ke dalam ASI, dan secara tak langsung si anak juga akan minum susu sapi tersebut. Akibatnya terjadi reaksi alergi sampai diare karena pencernaannya belum kuat," tambah dokter spesialis kebidanan dan kandungan dari RSYadika, Kebayoran Lama, Jakarta, ini, beberapa waktu lalu.

Susu sapi bisa membuat anak menjadi lebih hipersensitif sehingga mereka akan lebih mudah terserang alergi. Reaksi alergi ini terutama disebabkan oleh sensitivitas terhadap komponen protein pada susu sapi (beta-lactoglobulin). Protein ini akan bereaksi dengan antibodi tubuh yang memicu terbentuknya immunoglobulin E. Immunoglobulin E, atau antibodi E ini merupakan antibodi yang berperan besar pada reaksi hipersensitif dan juga alergi.

Alergi susu sapi pada bayi ini terjadi karena terbentuknya mekanisme pertahanan saluran cerna bayi yang belum sempurna. Protein susu sapi dikenal sebagai alergen tersering pada banyak reaksi hipersensitivitas bayi. Susu sapi merupakan komponen yang bisa mengganggu respons kekebalan tubuh atau alergi pada tubuh bayi.

Biasanya, alergi susu sapi ini akan hilang ketika bayi sudah berumur tiga tahun ke atas. Jika bayi mengalami reaksi alergi susu sapi, sebaiknya batasi konsumsi susu sapi, atau hilangkan sama sekali konsumsi susu sapi dari daftar menu Anda. Sebagai ganti susu sapi, coba konsumsi susu kedelai.


Editor :
Dini

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui