Senin, 21 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  

NEWS & FEATURES / HEALTH CONCERN - ARTIKEL

Gejala Serangan Jantung pada Wanita Berbeda

Lusia Kus Anna | Asep Candra | Rabu, 22 Februari 2012 | 16:00 WIB
|
Share:
shutterstock

KOMPAS.com- Rasa nyeri di dada yang hebat adalah salah satu gejala serangan jantung paling populer. Tetapi rupanya gejala itu hanya dialami kaum pria saja. Pada wanita gejala serangan jantungnya berbeda.

Dalam penelitian terhadap lebih dari satu juta wanita berusia kurang dari 55 tahun ditemukan bahwa 42 persen responden yang pernah kena serangan jantung tidak mengalami gejala nyeri dada. Sementara itu pada kelompok pria, hanya 30 persen yang tidak merasakan nyeri dada.

Secara umum, angka kejadian serangan jantung pada wanita memang lebih sedikit dibandingkan pada pria. Namun serangan jantung yang dialami wanita berusia kurang dari 55 tahun bisa berakibat fatal. Sekitar 14 persen wanita meninggal karena karena penyakit ini di usia tersebut.

Penelitian yang dilakukan dengan mengumpulkan data dari 1.000 rumah sakit itu menemukan gejala-gejala khas serangan jantung pada wanita. Gejala itu antara lain rasa tidak nyaman di bagian dada, nyeri yang menyebar ke bagian punggung, perut atau tangan, serta rasa pening kepala.

Cathy Ross, perawat penyakit jantung dari British Heart Foundation, mengatakan wanita muda yang mengalami serangan jantung tergolong jarang.  "Serangan jantung tidak selalu dramatis, gejalanya berbeda pada tiap orang. Ada yang nyeri dada hebat tapi ada juga yang rasa nyerinya ringan," katanya.

Oleh karena itu, seringkali pasien memilih untuk menunda ke dokter karena tidak menganggap darurat kondisinya. Padahal, menurut Ross, penanganan yang cepat akan memperbesar peluang kesembuhan.

Meski angka kematian akibat serangan jantung kini semakin bisa ditekan, namun tenaga kesehatan dan pasien harus menyadari bahwa wanita juga bisa terkena serangan jantung walau tidak merasakan nyeri dada.


Sumber :

IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui