Rabu, 22 Oktober 2014 01:21
Caring by Sharing | Kompas.com

KERUSUHAN KEROBOKAN

Utang-piutang Antarnapi Jadi Pemicu

Kamis, 23 Februari 2012 | 03:17 WIB
Dibaca: -
Komentar: -
|
Share:

Badung, Kompas - Narapidana di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali, mengamuk dan membakar fasilitas lembaga pemasyarakatan, Selasa (21/2) malam. Perkelahian antarnarapidana, Minggu, menjadi penyebab kerusuhan.

Pemicu perkelahian, menurut Wakil Kepala Polda Bali Brigjen (Pol) Untung Yoga Ana, adalah masalah utang-piutang di antara para narapidana (napi).

Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Sihabudin di Badung mengungkapkan, sebagian penghuni lembaga pemasyarakatan (LP) masih kesal dengan insiden perkelahian dan penusukan itu.

Di Jakarta, Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Amir Syamsuddin, Rabu, mengatakan akan mengeluarkan kebijakan sebagai respons terhadap kerusuhan di LP Kerobokan. Menurut Amir Syamsuddin, keluhan bahwa napi tidak puas dengan kondisi LP Kerobokan bersifat sangat subyektif.

Kepala Bidang Humas Polda Bali Komisaris Besar Hariadi menjelaskan, kerusuhan dari Selasa malam hingga Rabu pagi itu berawal dari insiden perkelahian hari Minggu saat napi bernama Ariasa diserang tiga napi, yaitu Bashori, Dwi Wijayanto, dan Eko Mardianto. Lengan kiri Ariasa ditusuk dengan pisau.

Ariasa yang memiliki banyak teman di LP lalu mengamuk dan berbalik menyerang ketiga napi itu. Petugas LP kemudian menyembunyikan ketiga napi itu ke Kepolisian Sektor Kuta Utara. Kelompok Ariasa lalu melampiaskan kekesalan dengan membakar fasilitas LP. Mereka membakar ruangan kepala LP, ruang registrasi, dan gudang senjata. Tiga napi, yaitu Roni (luka tembak peluru karet di kaki) serta Suprianto dan Nyoman Kertayasa (luka di lengan) dibawa ke RS Trijata.

Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Totoy Herawan Indra mengatakan, salah satu faktor yang dikeluhkan napi adalah kondisi LP yang sudah melebihi kapasitas sehingga rawan menimbulkan konflik.

Saat kerusuhan berlangsung, ada 1.015 napi di LP yang berkapasitas 300 orang itu.

Kekerasan di LP Kerobokan sudah beberapa kali terjadi. Pada 12 Januari 2012, napi Edi Suwito ditemukan tewas karena dibunuh 13 napi lain. Pada awal Oktober 2011, satu napi kasus narkoba, M Arif Hamzah, tewas setelah berkelahi dengan napi lain karena masalah utang. (DEN/ATO)



IDEALKAH

BODY MASS INDEX ANDA?


Berat Badan Kg
Tinggi Badan Cm
Usia Tahun
Jenis Kelamin Perempuan Laki-laki
Level Aktivitas
 
  *Ukuran ini tidak bisa diterapkan pada ibu hamil dan menyusui